HOME  CERITA-SUKSES  DISTRO  BERITA  PETA DUKUNGAN  PENYEDIA-JASA  QBHEADLINES  GCOS 
   




Linuxindo: Dijamin 100% Linux dan Tidak Kecewa

Menkominfo Membuka GCOS 2009

OSS, Low Cost Tapi Kompetitif

Asia Afrika Serius Kembangkan Open Source

Industri Media Cerita Tentang Open Source

OSS Sesuai dengan Kultur Masyarakat Indonesia

EasyHotspot, Satu Lagi Kontribusi untuk Dunia Open Source

OSS Lebih Kaya Ketimbang Software Komersial

Software Legal dan Gratis Pasti Jadi Kebutuhan

Open Source Software Hanya Perlu Disosialisasikan

Warnet Majao, Membiasakan Pengunjung Pakai OSS

SEAMOLEC, Membuka Akses Pendidikan dengan OSS

Asosiasi Open Source Indonesia Resmi Berdiri

Onno W. Purbo: Sosialisasi OSS Bisa Lewat Buku Pelajaran TI

Pixel People Project: Open Source Dorong Kreativitas

Detik.com, Nyaman dengan OSS

Anjar Hardiena: Akrab dengan OSS Hanya Masalah Kebiasaan

PT Tempo Inti Media, Makin Kenal, Makin Sayang dengan Linux

Telkom Pilih OSS sebagai Solusi Bisnis

BIM Mastel, Bikin Orang Desa Tak Gagap Open Source

IGOS Semakin Mantap!

 
  
 

Linuxindo: Dijamin 100% Linux dan Tidak Kecewa  

Oleh: Merry Magdalena

Menjadi yang pertama di Indonesia dalam barisan perusahaan yang fokus pada Linux, tidak membuat PT Linuxindo Total Solusi jadi sombong. Justru itu menjadi suatu lecutan semangat untuk bergerak lebih maju. Tahun1998, saat Open Source Software (OSS) belum terlalu popular di negeri ini, Linuxindo sudah memulainya lebih dulu untuk berbisnis di bidang ini. Mengapa mereka memilih Linux?

“Waktu itu saya membuka subnet dari Indonet di Pekanbaru, karena Indonet hampir semua servernya pakai Linux, ya mau tidak mau kita harus belajar. Di sanalah saya mulai mengenal Linux dan merasakan kemampuan Linux yang luar biasa stabil dalam menghandle terutama untuk kebutuhan server seperti Email, DNS, firewall dan sebagainya,” ujar Effendy Kho, Presiden Direktur Linuxindo Total Solusi kepada QBHeadlines.

Nyaris semua aplikasi Linux yang dijumpai Ase, demikian sapaan akrab Effendy, terbukti tahan banting. Sejak itulah Ase jatuh cinta pada Linux dan mendirikan Linuxindo. Perusahaan yang bermarkas di bilangan Gatot Subroto ini mengkhususkan diri pada khususnya jasa integrasi, pengembangan aplikasi, installasi, maintenance dan training dengan tujuan untuk memasyarakatkan Linux dengan kelebihan yang free software dan Open Source.

Kendala

Mengubah kebiasaan dan pola pikir untuk menerima sesuatu yang baru diangap oleh Ase sebagai kendala utama dalam menyosialisasikan OSS selama ini.  Biasanya, makin tua usia seseorang, makin sulit untuk berubah. Untuk itu sasaran Linuxindo lebih ditargerkan kepada mereka yang berusia muda. Terbukti memang yang muda-muda cukup berminat dalam belajar OSS dan mengutak-atik komputer. Biasanya ada juga karyawan perusahaan yang belajar OSS secara terpaksa karena kantornya melakukan migrasi dari propietary ke OSS. Namun ada juga yang mengusulkan ke atasannya agar melakukan migrasi.

Kebanyakan Linuxindo mengunakan distro berbasis Redhat. Sebenarnya masalah distro ini tidak terlalu penting sebab mereka menekankan setiap peserta trainingnya untuk menguasai Command Line Interface (CLI), jadi tidak terpaku ke distro.

100% Linux

Distro itu seperti fashion yang datang dan pergi. Dengan menguasai CLI harusnya bisa menjalankan semua distro karena pada dasarnya sama saja, bedanya hanya di Graphical User Interface (GUI). Sejauh ini distro yang paling diminari klien adalah Centos untuk server, sedangkan untuk desktop adalah Ubuntu dan Mandriva.

Seluruh aplikasi di kantor Linuxindo sendiri sudah 100% menggunakan OSS. Semua karyawan Linuxindo menjalani training dulu sebelum bekerja. "Namanya juga Linuxindo, malu dong ngga pakai Linux," seloroh Ase.

Foto: oreillynet.com

 
 

Asosiasi Open Source Indonesia
Jl. Buncit Persada No.1 Jakarta Selatan Indonesia T 62 21 7972204 F 62 21 7945013 E anin@qbheadlines.com