HOME  CERITA-SUKSES  DISTRO  BERITA  PETA DUKUNGAN  PENYEDIA-JASA  QBHEADLINES  GCOS 
   




Linuxindo: Dijamin 100% Linux dan Tidak Kecewa

Menkominfo Membuka GCOS 2009

OSS, Low Cost Tapi Kompetitif

Asia Afrika Serius Kembangkan Open Source

Industri Media Cerita Tentang Open Source

OSS Sesuai dengan Kultur Masyarakat Indonesia

EasyHotspot, Satu Lagi Kontribusi untuk Dunia Open Source

OSS Lebih Kaya Ketimbang Software Komersial

Software Legal dan Gratis Pasti Jadi Kebutuhan

Open Source Software Hanya Perlu Disosialisasikan

Warnet Majao, Membiasakan Pengunjung Pakai OSS

SEAMOLEC, Membuka Akses Pendidikan dengan OSS

Asosiasi Open Source Indonesia Resmi Berdiri

Onno W. Purbo: Sosialisasi OSS Bisa Lewat Buku Pelajaran TI

Pixel People Project: Open Source Dorong Kreativitas

Detik.com, Nyaman dengan OSS

Anjar Hardiena: Akrab dengan OSS Hanya Masalah Kebiasaan

PT Tempo Inti Media, Makin Kenal, Makin Sayang dengan Linux

Telkom Pilih OSS sebagai Solusi Bisnis

BIM Mastel, Bikin Orang Desa Tak Gagap Open Source

IGOS Semakin Mantap!

 
  
 

IGOS Semakin Mantap!  

Oleh: Restituta Ajeng Arjanti


IGOS Summit 2 baru digelar 27-28 Mei lalu, di Jakarta City Center (JaCC), Jl. Kebon Kacang, Jakarta. Mengusung tema 'Berbagi Pengetahuan untuk Kemandirian Bangsa melalui Free Open Source Software (FOSS)', gelaran tersebut bertujuan mengajak masyarakat untuk menggunakan peranti lunak open source. Singkat kata, IGOS Summit 2 menunjukkan harapan yang membuncah. Gerakan 'Indonesia, Go Open Source!' makin mantap melangkah.


Beda dengan IGOS Summit I yang digelar pada November 2006, IGOS Summit 2 berlangsung meriah. Dibuka oleh Menkominfo Mohammad Nuh dan Menristek Kusmayanto Kadiman, ajang yang bertepatan dengan peringatan satu abad Kebangkitan Nasional itu tak hanya menampilkan beragam kegiatan menarik dan mendidik seperti talkshow, workshop, dan seminar; tapi juga kompetisi kreatif seperti lomba pembuatan blog, logo IGOS, dan e-magazine.


Penghargaan


IGOS Summit 2 tak luput jadi ajang apresiasi bagi para penggiat peranti lunak open source (open source software, disingkat OSS) dalam negeri. Penghargaan bagi pihak-pihak yang dianggap giat mensosialisasikan OSS di Tanah Air diberikan langsung oleh Menkominfo dan Menristek.


Ada tiga kategori penghargaan yang diberikan, yakni kategori individu, institusi, dan pemimpin yang berkomitmen dalam pengembangan dan sosialisasi OSS.


Anton Raharja dan Nana Suryana terpilih untuk menerima penghargaan pada kategori individu pengembang OSS. Sementara Onno W. Purbo dan Anjar Hardiena mendapat penghargaan untuk kategori individu yang mensosialisasikan OSS.


Pada kategori institusi yang berjasa dalam sosialisasi dan promosi OSS, ada 20 nama yang berhak membawa penghargaan. Mereka adalah Yayasan Meruvian Dinamika, Yayasan Nurul Fikri, Yayasan Penggerak Linux Indonesia, Yayasan Ubuntu Indonesia, Yayasan Air Putih, Kelompok Linux Cewek Indonesia (Kluwek), Gudang Linux Indonesia, PT Rimba Sindikasi Media, PT Infolinux Media Utama, PT Graha Informatika Nusantara, PT Agranet Multicitra Siberkom (Detik.com), PT Ardelindo 1991, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom), HIVOS, Departemen Hukum dan HAM, Badan Pengawas Tenaga Nuklir, Departemen Sosial, Pemerintah Kota Bandung, Perum Pegadaian, dan Majalah Biskom.


Penghargaan untuk kategori terakhir, pemimpin yang memiliki komitmen dalam penggunaan OSS, diraih oleh Irwandi Yusuf (Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam), Gatot Hari Priowirjanto (Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Depdiknas), I Gede Winasa (Bupati Jembrana), dan Sri Sultan Hamengku Buwono X (Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta).


Komitmen untuk Open Source


Hasil terpenting dari IGOS Summit 2, yang kelak menentukan keberhasilan gerakan open source Indonesia di masa depan, adalah lahirnya komitmen beberapa instansi pemerintahan untuk mengimplementasikan OSS. Mereka adalah Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Negara Koperasi dan UMKM, Departemen Sosial, Sekretariat Negara, Kepolisian Negara RI, BAPPENAS, Departemen Dalam Negeri, Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, Departemen Kehutanan, Departemen Agama, Departemen Keuangan, dan Departemen Perhubungan. Hal lain yang tak kalah penting yang dihasilkan dalam acara ini adalah terbentuknya Aliansi Open Source Indonesia pada penutupan IGOS Summit 2.


Asal Anda tahu, IGOS digagas oleh lima institusi pemerintah sejak tahun 2004, yakni oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Hukum dan HAM, dan Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Kendati demikian, selama ini implementasinya bisa dibilang tersendat pada urusan pengembangan sumber daya manusia, teknologi, industri, dan kebijakan. Semoga dengan makin banyaknya komitmen pemerintah yang berhasil dikumpulkan dalam IGOS Summit 2, gaung open source dan implementasinya di Tanah Air bakal makin mantap dan bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.


Go, Indonesia, Go Open Source!

 
 

Asosiasi Open Source Indonesia
Jl. Buncit Persada No.1 Jakarta Selatan Indonesia T 62 21 7972204 F 62 21 7945013 E anin@qbheadlines.com