QB LEADERSHIP CENTER  BERANDA  BERITA RINGKAS  KEPEMIMPINAN  ENTREPRENEURSHIP  INOVASI  RESENSI BUKU  INDUSTRI KREATIF  GAYA HIDUP   OPEN SOURCE   BLOG 
 
Resensi Terbaru
Switch: How To Change When Change Is Hard
Posting : 27 Jul 2010
Penulis : Dan Heath & Chip Heath
Penerbit : Broadway Business
Resensi Oleh : Reney Mosal

Kebanyakan orang sepakat bahwa dirinya atau orang disekitarnya membutuhkan perubahan—entah itu untuk menjadi lebih produktif, agar bisa bangun lebih pagi, bisa berhenti dari sebuah kebiasaan buruk, atau perubahan lainnya. Dalam buku Switch: How to Change When Change is Hard, Dan Heath dan Chip Heath menjelaskan bagaimana cara membuat suatu perubahan dalam kondisi yang terkadang tidak mendukung adanya perubahan.

Dua bersaudara Dan Heath dan Chip Heath selain sama-sama sebagai konsultan bisnis, juga bekerja sebagai kolumnis di Fast Company. Dan Heath mendapat MBA dari Harvard Business School, sedangkan Chip Heath adalah professor di bidang Organizational Behaviour di Stanford University.

Poin terpenting dari buku ini adalah, perubahan dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu kondisi sekitar, sisi emosional, dan sisi rasional. Ketiga hal ini harus diperhitungkan secara bersamaan untuk mendorong terjadinya sebuah perubahan.

Dalam buku ini, pentingnya memperhatikan kondisi sekitar dijelaskan dengan sebuah contoh mengenai riset perilaku penonton bioskop. Riset tersebut dilakukan dengan cara membagikan popcorn secara gratis kepada dua kelompok orang yang akan menonton film di bioskop.

Kedua kelompok itu diberikan popcorn dalam kotak yang sangat besar, sehingga mustahil untuk dihabiskan. Satu kelompok diberikan kotak yang lebih besar dibandingkan kelompok yang lainnya. Semua kotak itu diisi dengan popcorn yang sudah tidak segar lagi sehingga rasanya mirip seperti stereofoam.

Riset tersebut menunjukkan bahwa kelompok yang diberikan kotak popcorn yang lebih besar cenderung lebih banyak menghabiskan popcorn yang sudah tidak enak itu. Setiap orang dalam kelompok tersebut menghabiskan rata-rata 57% lebih banyak popcorn atau setara 21 kali lebih banyak mengayunkan tangan untuk mengambil popcorn dibandingkan dengan kelompok yang diberikan kotak lebih kecil. Hasil yang sama juga diperoleh dalam riset yang dilakukan di berbagai bioskop di wilayah lainnya.

Kesimpulan dari riset ini sederhana: orang dengan kotak popcorn lebih besar cenderung makan lebih banyak, tidak peduli dengan bagaimana rasa popcorn-nya. Ini menunjukkan bahwa perubahan berkaitan erat dengan situasi Anda atau—dalam kasus ini—dengan "kotak popcorn" Anda. Contoh mengubah “kotak popcorn” bisa dijelaskan dengan pecandu narkoba yang sembuh karena masuk ke panti rehabilitasi, atau seorang karyawan yang dipindahkan ke bagian lain yang sesuai dengan kemampuannya sehingga kinerjanya menjadi lebih produktif.

Poin di atas mengenai faktor eksternal. Ada dua hal lain yang berkaitan dengan faktor internal, yaitu sisi emosional anda dan sisi rasional Anda.

Sisi rasional Anda mungkin sudah merancang jadwal dan menentukan bahwa Anda harus bangun jam lima pagi setiap hari. Tetapi sisi emosional Anda merasa ingin tidur "lima menit lagi" saat alarm berbunyi. Penulis buku ini menamakan sisi rasional itu sebagai "The Rider" dan sisi emosionalnya sebagai "The Elephant".

Dalam suatu perubahan, sisi rasional manusia (The Rider) perlu dipengaruhi dengan membuat arah perubahan menjadi sangat jelas dan konkret. Dan dan Chip Heat mencontohkan kampanye susu rendah lemak yang dilakukan oleh dua ahli kesehatan Steve Booth-Butterfield dan Bill Reger dari West Virginia University. Alih-alih mengikuti strategi kampanye diet lainnya yang gagal, kedua ahli ini melakukan kampanye yang berbeda. Mereka berdua memfokuskan pada hal yang konkret: mengganti kebiasaan konsumen meminum susu full cream dengan susu rendah lemak.

Mereka menyebarkan poster yang menjelaskan bahwa sebungkus susu full cream mengandung kolesterol setara lima irisan daging. Mereka juga membawa satu botol berisi lemak saat mengadakan konferensi pers. Ini untuk menjelaskan banyaknya kandungan lemak dalam sebungkus susu full cream. Hasil kampanye ini positif. Konsumsi susu rendah lemak naik dari 18% menjadi 45%, dan bertahan lama pada kisaran 35%. Hal ini menunjukkan bahwa untuk mendorong terjadinya perubahan, harus ada arah yang konkret yang dapat segera dilakukan. 

Sekarang mari beralih ke sisi emosional manusia (The Elephant). Dan dan Chip Heath menjelaskan perlunya sebuah pesan mengenai perubahan untuk menyentuh perasaan. Hal ini dijelaskan dalam cerita mengenai Jon Stegner, seorang karyawan di perusahaan manufaktur.

Suatu hari, Stegner menyadari bahwa perusahaan tempat dia bekerja membuang-buang uang dalam jumlah besar untuk membeli sarung tangan yang menjadi kelengkapan kerja para karyawannya. Semua karyawannya membeli sarung tangan yang berbeda-beda, secara sendiri-sendiri, namun menggunakan uang perusahaan.

Stegner mendata keseluruhan sarung tangan yang dipakai oleh seluruh karyawan, dan menemukan bahwa terdapat 424 jenis sarung tangan yang berbeda-beda. Selain itu, masing-masing karyawan membeli dengan harga yang berbeda pula. Ada karyawan yang membeli sepasang sarung tangan seharga USD5, ada pula yang membeli seharga USD17 sepasang. Pemborosan ini membuat perusahaan berada dalam pola belanja yang sangat merugikan.

Alih-alih membuat data spreadsheet, laporan keuangan, atau proposal strategi perubahan pembelian sarung tangan, Stegner justru melakukan cara lain untuk mempresentasikan kondisi di perusahaannya. Dia menyusun seluruh sarung tangan itu—sebanyak 424 pasang—di sebuah meja, sambil menempelkan label harganya. Dia lalu mengundang atasannya untuk melihat meja tersebut.

Atasannya tertegun saat melihat tumpukan sarung tangan itu, dan menyadari betapa besarnya pemborosan yang selama ini terjadi, sehingga langsung menginstruksikan perubahan dalam cara pembelian kelengkapan kerja karyawan. Cara presentasi Stegner bisa menyentuh sisi emosional atasannya sehingga berdampak pada perubahan dalam perusahaan.

Ketiga poin diatas, yaitu situasi, sisi emosional, dan sisi rasional, perlu diperhitungkan guna mendorong perubahan. Pada akhirnya, perubahan apapun itu—baik dalam organisasi bisnis atau dalam diri Anda sendiri—mungkin saja terjadi, bahkan dalam status quo yang terkadang menyulitkan terjadinya perubahan sekalipun. Pertanyaannya sekarang, sudah siapkah Anda untuk melakukan perubahan?

 


0 comments
Tambah Komentar
 
 Nama
 Email
 Komentar  
 Verifikasi captcha
 
 
 


  Arsip E-book sebelumnya
 
Info Kurs
 
 Nilai   Mata uang   Kurs Jual   Kurs Beli 
1 THB 294.64 263.14
1 EUR 12345 11042.4
1 JPY 108.9179 97.4441
1 USD 9502 8502
1 AUD 8490.99 7594.84
1 SGD 6954.55 6217.18
Sumber : eTrading Securities (30 Jul 2010, 7:30:00)
Indeks Harga Saham Gabungan
Value
Change
%
 Straits Times
2,988.06
-9.59
-0.32%
 IHSG
3,096.82
39.34
1.29%
 Hang Seng
21,015.94
-77.88
-0.37%
 Nasdaq
2,251.69
-12.87
-0.57%
 Dow Jones
10,467.16
-30.72
-0.29%
Sumber : Bloomberg (30 Jul 2010, 9:43:00)
-->
 
    QB LEADERSHIP CENTER  |  BERANDA  |  BERITA RINGKAS  |  KEPEMIMPINAN  |  ENTREPRENEURSHIP  |  INOVASI  |  RESENSI BUKU  |  INDUSTRI KREATIF  |  GAYA HIDUP  |   OPEN SOURCE  |  BLOG