Slideshow image


Since your web browser does not support JavaScript, here is a non-JavaScript version of the image slideshow:

slideshow image


slideshow image


    QB LEADERSHIP CENTER  BERANDA  BERITA RINGKAS  KEPEMIMPINAN  ENTREPRENEURSHIP  INOVASI  RESENSI BUKU  INDUSTRI KREATIF  GAYA HIDUP   OPEN SOURCE   BLOG 
 Artikel Terbaru
Jabbing Si Penangkap Objek Misterius

Oleh: Restituta Ajeng Arjanti

Beberapa waktu lalu, publik dibuat resah oleh berita mengenai perampokan di dalam lift. Padahal, lift di dalam gedung perkantoran itu sudah dilengkapi dengan kamera CCTV (closed-circuit television). Bagaimana bisa kejadian itu terlepas dari perhatian petugas pengawas keamanan dan kamera CCTV?

Memang kejahatan dapat terjadi Artikel Selengkapnya

 
 
  Referensi
  www.asirpa.org/
www.businessweek.com/innovate/global_index/
1000ventures.com/business_guide/innovation
ec.europa.eu/enterprise/policies/innovation
innovation.alltop.com/
bx.businessweek.com/innovation-metrics/
www.ristek.go.id/
www.bppt.go.id/
www.blackinnovationawards.com/
inaicta.web.id/
bic.web.id/

  Berita
 
"GREEN LABEL" PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN

Jakarta - Menurut Ketua Umum InSWA, Sri Bebassari, Selasa (31/8), Saat ini rata-rata orang Indonesia menghasilkan sampah 0,5 kg dan 13% di antaranya adalah plastik. Khusus untuk wilayah Jakarta, sampah bisa mencapai 6.000 ton/hari dan 13,25% berasal dari sampah plastik. Karena itu, melalui institusinya, Sri memberikan sertifikasi Green Label bagi produk plastik yang telah lolos uji ramah di lingkungan setelah melalui tahap observasi dan uji lab BPPT.

Hingga kini, baru 1 satu perusahaan yang mendapat sertifikasi ini, yakni PT Tirta Marta yang memproduksi plastik Oxium yang mampu diurai dalam 2 tahun saja. Plastik Oxium sudah mulai dipakai oleh sebagain besar ritel di tanah air seperti Indomaret, Carrefour, Alfamart, Hero, Giant, Superindo, Kemchick, dan Gramedia.

Sumber: sains.kompas.com     
Posting : Jum'at, 03 September 2010 Category: Komentar
-----------------------------------------------------
MAHASISWA UGM KEMBANGKAN METERAN LISTRIK DIGITAL

Yogya - Empat mahasiswa UGM (Fadjri Andika Permadi, M. Arif Wicaksono, Yusuf Irfani, dan Kiki Rahmat Syair) mengembangkan inovasi meteran listrik digital multifitur yang memungkinkan PLN untuk memutuskan arus listrik secara otomatis dari jarak tertentu menggunakan remote control. Menurut Fadjri, meteran listrik digital itu bisa meminimalisir hambatan yang ditemui petugas PLN dalam melakukan pemutusan arus listrik, seperti yang dialami dalam penyegelan meteran listrik analog.

“Berbagai kesulitan yang ditemui petugas PLN saat akan melakukan penyegelan seperti tembok rumah yang terlalu tinggi, dimarahi pemilik rumah, dan yang lainnya bisa diminimalisir. Dengan KWH digital ini PLN bisa memutuskan arus listrik tanpa harus mendatangi rumah pelanggan. Cukup dengan memencet tombol remote saja,” jelasnya, Rabu (18/8) lalu. Teknologi ini memungkinkan PLN melakukan pemutusan arus listrik dalam jarak 70 m dengan cakupan 255 KWH. Alat ini juga dilengkapi fitur menarik, seperti menu untuk menampilkan jumlah biaya tagihan pemakaian daya listrik setiap bulan dan alarm pengingat yang diatur berbunyi tiap tanggal 19, sehari sebelum jatuh tempo pembayaran tagihan listrik.

Sumber: www.ugm.ac.id     
Posting : Kamis, 02 September 2010 Category: Komentar
-----------------------------------------------------
KAMPUNG BIOGAS HANTARKAN MAHASISWA UGM RAIH MEDALI EMAS DI PIMNAS 2010

Yogya - Prihatin terhadap perilaku masyarakat dusun Ngemplak, Selo, Boyolali yang menebang pohon secara liar untuk kebutuhan kayu bakar, 5 mahasiswa UGM menginisiasi pembuatan “Kampung Biogas” di dusun itu. Wijaya, Rayendra Andika, Satwika Matahari, Siska Aditya, dan Atiq Muttaqin mendorong masyarakat setempat untuk memanfaatkan biogas dari kotoran sapi sebagai pengganti bahan bakar dari kayu.

Menurut Wijaya, Senin (23/8), di dusun Ngemplak Boyolali ada banyak limbah sapi yang belum termanfaatkan. “Biogas diharapkan bisa mengurangi pemakaian kayu sebagai bahan bakar,” katanya. Mereka membina masayarakat dusun itu dalam pembuatan biogas, pembangunan instalasi, pemakaiannya, hingga pemasarannya. “Sampai saat ini sudah 17 kepala keluarga memiliki instalasi biogas. Mereka telah melakukan pengolahan kotoran sapi dan menjadikan sebagai biogas,” imbuh Rayendra. Biaya pembuatan 1 unit instalasi biogas sekitar Rp600 ribu. Kampung biogas ini tak hanya bisa mengurangi aksi illegal logging di wilayah itu, tetapi juga menghantarkan para mahasiswa ini meraih emas di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2010 di Bali, Juli lalu.

Sumber: www.ugm.ac.id     
Posting : Rabu, 01 September 2010 Category: Komentar
-----------------------------------------------------
DOSEN UNIVERSITAS BRAWIJAYA TEMUKAN PAKAN TERNAK ALTERNATIF

Malang - Guru Besar Universitas Brawijaya Malang, Sukoso, menemukan sumber protein alternatif sebagai pengganti kedelai dalam industri pakan ternak dan budidaya ikan. Sumber protein itu adalah khamir laut yang juga dikenal sebagai ragi laut. "Persediaan khamir laut di alam sangat banyak dan gampang didapat. Untuk memproduksinya juga tak butuh teknologi tinggi," katanya. Menurut Sukoso, khamir laut adalah mikroorganisme yang diisolasi dari laut, dan bisa ditumbuhkan dalam media berupa air laut yang telah diperkaya nutrisi. "Pertumbuhan selnya sangat cepat dengan teknologi pembiakan sederhana," ujarnya.

Selama ini pakan ternak berasal dari kedelai dan tepung ikan. Penggunaan kedelai bisa menganggu persediaan bahan pangan seperti tahu dan tempe. Sedangkan penggunaan tepung ikan akan menguras sumberdaya ikan sebagai konsumsi pangan manusia. "Pakan dari kedelai bisa mengganggu stok pangan rakyat. Untuk itu harus segera diganti khamir laut yang harganya lebih murah sekitar Rp2 ribu/kg," tuturnya.

Sumber: www.tempointeraktif.com     
Posting : Selasa, 31 Agustus 2010 Category: Komentar
-----------------------------------------------------
UNS KEMBANGKAN ALAT DETEKSI DINI TANAH LONGSOR

Surakarta – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengembangkan alat deteksi dini tanah longsor, bekerja sama dengan LIPI. Alat itu berbasis teknologi wireless. “Nama alatnya inklinometer,” kata Pembantu Dekan I Fakultas MIPA UNS, Ari Handono Ramelan, Juli lalu. Alat itu akan mampu mendeteksi tanah longsor dengan lebih responsif.

Alat akan mengirim setiap getaran tanah yang diperkirakan akan mengakibatkan longsor, ke stasiun penerima. “Karena tanpa kabel, teknisnya jadi lebih mudah,” kata Ari. Dia mengakui, alat serupa sudah ada di Australia. Namun, “Alat yang kami buat lebih responsif terhadap setiap pergeseran tanah dan harganya lebih kompetitif.” Alat serupa buatan Australia dibanderol Rp350-400 juta, sementara alat buatannya tak lebih dari Rp100 juta. Inklinometer yang sedang dibuatnya sudah dipesan Pemkab Sukoharjo, untuk dipasang di daerah-daerah rawan longsor.

Sumber: www.tempointeraktif.com     
Posting : Senin, 30 Agustus 2010 Category: Komentar
-----------------------------------------------------
MAU TAHU BAJU NANO?

Jakarta - Teknologi nano diklaim sebagai teknologi terbaik saat ini. Inti dari teknologi ini adalah merekayasa materi pada ukuran nanometer. "Intinya, sebetulnya merekayasa materi diukuran nanometer, hingga terjadi efisiensi materi," ujar Moko, Sekretaris Masyarakat Nano indonesia di R&D Ritech Expo 2010 (21/8) lalu.

Satu nanometer setara dengan 10 (pangkat) -9 m atau 1/9 juta milimeter. "Perbandingannya kayak bola bumi dengan bola pingpong, sangat kecil," ujar Moko. Nano teknologi kini telah digunakan untuk kebutuhan manusia, misalnya untuk kemeja dan jas. Percikan-percikan air tak akan meresap pada kemeja dan jas yang menggunakan teknologi nano. Selain itu teknologi nano juga sudah digunakan dalam kosmetik, pendingin ruangan, mainan anak-anak, hingga sol sepatu. Ke depan, teknologi nano akan dikembangkan untuk memenuhi lebih banyak kebutuhan manusia. Misalnya, pakaian anti bakteria yang tak perlu lagi dicuci karena tak akan menyerap kotoran dan bau badan, serta obat-obatan yang dipercaya akan lebih ampuh karena lebih mudah diserap tubuh.

Sumber: tekno.kompas.com     
Posting : Sabtu, 28 Agustus 2010 Category: Komentar

  Berita Sebelumnya
 


Kompor Briket Nyala Besar-Kecil

Tungku tradisional umumnya menggunakan kayu sebagai  bahan bakar. Di samping memerlukan tempat yang luas dan sangat boros bahan bakar, asap yang dihasilkan berpotensi menimbulkan gangguan pernafasan. Selain itu, kayu bakar semakin sulit diperoleh.

Kompor ini dilengkapi dengan sistem preheating dan regulator. Kompor biomass ini menggunakan biomass padat sebagai bahan bakar seperrti potongan ranting, kayu bekas, briket dari sampah organik, dan limbah pertanian. Untuk meningkatkan efisiensi, udara sebelum digunakan membakar biomass harus mendapatkan pemanasan pendahuluan/preheating. Hasilnya, nyala api yang dihasilkan lebih bersih, pembakaran lebih sempurna sehingga bahan bakar yang diperlukan jauh berkurang. Nyala api juga dapat dibesarkan dan dikecilkan dengan mengatur aliran udara yang masuk. Alat ini dikembangkan oleh DR. Muhammad Nurhuda.


eCare, Solusi Hemat untuk Berkomunikasi

Seiring dengan semakin pesatnya jumlah pemakai selular di Indonesia, kebiasaan untuk menghubungi ke handphone semakin diminati dibandingkan ke fixed phone yang ada di meja kantor/rumah. Satu hal yang tidak bisa dihindari, adalah adanya beban biaya interkoneksi dari fixed phone ke jaringan selular.

eCare sebagai fixed to mobile/wireless terminal (FWT) mampu memberikan solusi yang murah untuk berkomunikasi terutama ketika menghubungi handphone atau selular. eCare dilengkapi 3 slot GSM dan 1 custom channel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Dengan memasang SIM-card operator GSM/CDMA yang berbeda, pengguna tentunya akan memperoleh tarif telepon yang murah untuk tujuan operator yang sama. eCare dikembangkan oleh Mahshil dan Mohammad Reza Khan.


Robolay: Pembasmi Bangkai Layang-layang

Sampah layangan dan benangnya yang tersangkut di jaringan listrik PLN selain merusak keindahan, juga menjadi penyebab terjadinya gangguan pada distribusi tenaga listrik. Robolay (Robot Layangan) diciptakan untuk membersihkan sampah yang tersangkut di jaringan listrik bertegangan tinggi dalam kondisi tidak bertegangan. Pemeliharaan secara berkala dapat meminimalisir interupsi layanan listrik bagi masyarakat.

Robolay dioperasikan dari jarak jauh, menggunakan radio dan mengandalkan mata kamera Robolay untuk memeriksa kondisi kawat jaringan listrik, lalu direkam. Robolay dikembangkan oleh Iwan Gunawan, Suhada Bin Hamid, Komar, Carya, Iwa Hermawan, Dedi Ruswandi dan Wanan.


"Jaringan Otak yang Perkasa"

Penggunaan computer untuk melakukan penghitungan pada penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan oleh peneliti. Perhitungan yang dilakukan biasanya sangat kompleks dan berjumlah sangat banyak sehingga dibutuhkan komputer dengan banyak prosesor (multiprocessor) untuk melakukannya dengan lebih cepat.

Akses ke komputer multiprocessor juga tersedia di beberapa institusi penelitian terkemuka di dengan akses terbatas, sehingga utilitasnya relatif tidak tinggi dan biaya pemeliharaannya juga tinggi. Akses bagi publik dengan sistem web memungkinkan akses dari internet. Menggunakan sistem arsitektur yang mutakhir, memungkinkan klaster yang ada dipecah menjadi sub-klaster independen dengan lingkungan terpisah dan tidak saling mengganggu. Inovasi ini dikembangkan oleh LT Handoko, Zaenal Akbar, Imam Firmansyah, dan Bambang Hermanto.


Hutan Jati Bongsor

Pohon jati butuh waktu bertahun-tahun sebelum dapat diproses secara ekonomis. Pohon jati yang tumbuh liar semakin sedikit jumlahnya dan sulit diperoleh. JAPRO, adalah konsep silvikultur intensif dalam pengelolaan pohon jati, yaitu dengan menggunakan klon jati unggul, persiapan lahan yang baik, pemupukan, penanaman tepat waktu dan pengendalian hama dan penyakit (silvikultur intensif).

Hutan jati prospektif (JAPRO) ditaksir mampu menghasilkan kayu sebanyak 200-300 m3/ha pada umur pohon 20 tahun, dibandingkan dengan 100-120 m3/ha pada umur pohon 60 tahun yang terjadi secara alami. Inovasi ini dikembangkan oleh Mohammad Naiem.


Air Minum Ekonomis dari Air Laut

Seperti pada proses destilasi, teknologi reverse osmosis memungkinkan air asin diolah menjadi air tawar. Teknologi ini menggunakan teknologi water treatment secara fisika dan kimia yang terdiri dari 1) pemisahan zat besi dan mangan dengan penambahan KMnO4; 2) penyaringan dengan filter pasir (memisahkan kotoran kasar), filter mangan zeolit (memisahkan sisa mangan dan besi) dan filter karbon aktif (memisahkan warna dan bau); 3) proses desalinasi dengan membran RO.

Dengan konsumsi energi yang sangat rendah, air hasil olahan sudah dapat langsung diminum. Untuk kapasitas 10.000 liter per hari, hanya dibutuhkan energi listrik kurang lebih 5,5 KVA. Keunggulan alat ini adalah sangat cocok digunakan di wilayah sulit sumber air tawar, seperti daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. Biaya produksi air siap diminum dengan proses reverse osmosis jauh lebih murah, yaitu sekitar Rp 1500 per galon (20 liter). Pengoperasian relatif mudah, dilakukan pada suhu kamar, dan kapasitas mudah diperbesar. Alat ini dikembangkan oleh Ir. Nusa Idaman Said, M.Eng.


Pawang Geni, Alat Pemadam Api Sederhana

Pada beberapa kasus kebakaran, baik di kota besar maupun kecil, akses ke air pemadam menjadi masalah. Selain itu, penyiraman air ke lokasi kebakaran dilakukan oleh masyarakat dengan menggunakan ember yang jangkauannya sangat terbatas. Lokasi pemadaman sendiri menjadi masalah bagi akses kendaraan pemadam yang ukurannya besar.

Pawang geni dibuat berdasarkan kondisi tersebut. Pada dasarnya alat ini berupa alat pemadam kebakaran yang terdiri dari water reservoir/drum penampung air kapasitas 200 liter, pompa air aksi ganda untuk menyedot air dari reservoir dan fire hose/selang air. Solusi pawang geni diharapkan menjawab masalah penyemprotan air swadaya untuk kebakaran. Alat ini dikembangkan oleh Sri Utomo.


Api Biru dari Sampah Organik

Sampah menjadi masalah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, apalagi sampah pasar yang jumlahnya banyak. Teknologi yang bias mengolah dan memanfaatkan sampah sangat diperlukan. Seiring dengan itu, pembuatan bioethanol membutuhkan limbah pasar segar seperti sayuran dan buah segar yang dibuang dan dikumpulkan menjadi satu. Sampah kemudian dihancurkan dengan mesin giling sehingga dihasilkan cairan sampah organic yang kemudian difermentasikan selama 7 hari.

Pemanasan dan penyulingan model baru menggunakan pipa spiral pada suhu 80-90 derajat celcius akan menghasilkan bioethanol dengan kadar 70-80%. Bioethanol ini dapat langsung digunakan sebagai pengganti minyak tanah berkalori tinggi sepanas gas elpiji atau di pabrik limun, atau sebagai sauce di pabrik rokok, dan lain-lain. Inovasi ini dikembangkan oleh Soelaiman Budi Sunarto SH, MM, MBA.


Alat Pengukur Tingkat Kesegaran Udang/Ikan

Kesegaran adalah parameter untuk membedakan kualitas ikan. Pada umumnya, kesegaran dideteksi dari tampak dan bau. Alat pengukur tingkat kesegaran ikan dapat bekerja secara otomatis dengan metode akustik frekuensi tinggi (ultrasonik) berbasis kontroler mikro. Metode yang digunakan bersifat tidak merusak, tidak secara langsung menyentuh ikan, dan praktis penerapannya.

Terdapat bank data untuk masing-masing spesies ikan yang diukur tingkat kesegarannya untuk menentukan indeks kesegaran ikan. Keunggulan inovasi ini adalah nilai pengujian tingkat kesegaran ikan bersifat objektif dan konsisten, tidak merusak objek, tidak menyebabkan efek samping dan praktis dilakukan siapa saja. Alat ini dikembangkan oleh Prof. Dr. Indra Jaya, Msc dan Ayi Rahmat, Spi., Msi.


Alat Pancing Gurita Elektronik

Menangkap gurita dengan cara trandisional menggunakan tombak butuh keahlian menyelam, merusak hasil tangkapan, dan merusak karang tempat persembunyian gurita. ACAH (Atraktor Cephalopoda Harian) adalah alat pacing gurita berbentuk pancing dengan umpan yang terbuat dari bahan-bahan buatan dengan motif berbagai warna. Alat ini dilengkapi dengan sinyal berfrekuensi rendah (subsonik) sebagai atraktor (penarik) gurita.

Dengan ACAH, hasil tangkapan bisa lebih banyak dan kondisi daging gurita tidak rusak. Alat ini dikembangkan oleh Agus Cahyadi dari Pusat Riset Teknologi Kelautan DKP.


Kompor Gastrik

Kompor gastrik bisa mengatasi masalah keterbatasan bahan bakar fosil. Kompor ini menghadirkan metode baru proses pembakaran dengan energi listrik menggunakan sistem konverter AC-DC yang didukung dengan bahan bakar non-fosil yang diekstrak dari tumbuh-tumbuhan.

Proses konversi bahan bakar cair ke gas dilakukan dengan sistem penguapan melalui pemanasan pipa penyalur dengan suhu tertentu, dibantu dengan kipas pendorong sehingga diperoleh gas bertekanan yang menghasilkan nyala api biru layaknya kompor gas. Kompor gastrik dikembangkan oleh Wahono Handoko, Randy Ariaputra, dan Herrison.


Smart Mass Transit System (SMTS)
SMTS merupakan solusi sistem tiket berbasis smartcard untuk diaplikasikan di bidang transportasi. Hardware yang digunakan untuk SMTS 70% dirancang dan diproduksi di dalam negeri. Sementara softwarenya dikembangkan dengan teknologi open source.

Kartu ini diamankan menggunakan proteksi double encryption dengan algoritam TEA. Struktur datanya dirancang ringkas untuk meminimalisir kebutuhan memori kartu. Perangkat ini terdiri dari gate access, backup reader, point of sales, kartu, dan data communication (GPRS). SMTS dikembangkan oleh PT Gamatechno Indonesia.

 
 
  
Nitiki, Game Batik Pertama di Dunia

Oleh: Restituta Ajeng Arjanti

Siapa bilang batik hanya bisa diterapkan dalam produk fashion atau interior? Motif batik juga bisa  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
  
Memetakan Wilayah Gizi Buruk dengan Life

Oleh: Restituta Ajeng Arjanti

Sebuah aplikasi berjuluk Life diciptakan oleh empat mahasiswa Institut Teknologi Telkom, Bandung. \"Secara garis besar,  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
  
MIMBO Memperluas Akses Pendidikan

Empat mahasiswa Universitas Gajah Mada menciptakan sebuah konsep teknologi untuk mendukung kegiatan pendidikan. MIMBO (Multiuser Interactive Multitouch Box) menarik karena  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
  
Mengendalikan Robot Lewat Pikiran

QBHeadlines.com - Kemajuan di bidang teknologi seperti menjawab mimpi banyak orang―membuat hal-hal yang terlihat tidak mungkin menjadi nyata. Berkat dikembangkannya  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
  
Alat Deteksi Mahasiswa Tukang Contek

Banyak orang salah mengartikan kebebasan yang disediakan oleh gudang informasi online, internet, untuk melakukan plagiarisme. Yang memprihatinkan, tindakan pencontekan itu  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
  
Rumah Tahan Gempa, Solusi Bangunan Masa Depan

QBHeadlines.com - Tim dosen dari Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, menciptakan desain rumah tahan gempa. Solusi  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
  
Sapu Angin, Mobil Futuristik Irit BBM

Mobil yang satu ini berbentuk unik. Meski tampil simpel dengan warna putih, mobil ini bergaya futuristik. Namanya Sapu Angin—diambil dari  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
  
Sistem Radiografi Digital dari UGM

Empat peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan sistem radiografi digital. Dengan sistem tersebut, proses radiografi tidak perlu lagi menggunakan  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
  
SIM untuk Rumah Sakit 'Sehat'

QBHeadlines.com - Solusi teknologi informasi juga perlu diterapkan di rumah sakit, sebagai penunjang kegiatan medis. Misalnya untuk mengelola informasi manajemen  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
  
Meramal Data Time Series dengan Zaitun

QBHeadlines.com - Peramalan data time series banyak dilakukan oleh kalangan peneliti untuk melakukan mencari petunjuk mengenai kondisi atau kejadian di  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
  
Melestarikan Bahasa Daerah Lewat Kamus Online

Indonesia kaya akan beragam suku bangsa, budaya, dan bahasa. Sayangnya, tidak banyak orang yang berminat untuk melestarikan ragam budaya tersebut.  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
  
Motion Capture Software Buatan Indonesia

QBHeadlines.com – Meski belum sehebat industri animasi di luar negeri, industri animasi di Tanah Air mulai menunjukkan perkembangan yang positif.  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
  
Mencari Info Wisata dengan NusantaraView

QBHeadlines.com – Di antara sekian banyak mesin pencari yang tersebar di internet, ada satu yang cukup unik. Jika Anda membutuhkan  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
  
V-Track, Memantau Kendaraan Secara Realtime

Perusahaan yang perlu selalu memonitor kendaraan atau armadanya dapat menggunakan aplikasi yang satu ini. Namanya V-Track, singkatan dari online vehicles  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
  
GreenSwitch: Saklar Cerdas Ramah Lingkungan
Banyak orang tidak terbiasa mematikan perangkat elektroniknya, seperti televisi, komputer, dan sistem audio. Mereka lebih banyak membiarkan perangkat-perangkat tersebut dalam  Artikel Selengkapnya

------------------------------------------------------------
  
Berkomputer Tidak Perlu Pakai Mouse
Aplikasi yang satu ini terbilang unik. Namanya Eye-B Pod, singkatan dari Eye Based Pointing Device. Menurut salah satu pengembangnya, Stanley Audrey, dengan  Artikel Selengkapnya

------------------------------------------------------------
  
INAICTA 2009: Anak Bangsa Mampu Berkarya

Indonesia ICT Award 2009 akhirnya mencapai puncaknya pada 28-29 Juli lalu. Dalam penjurian tahap  Artikel Selengkapnya


------------------------------------------------------------
Article Inovasi Sebelumnya
 
    QB LEADERSHIP CENTER  |  BERANDA  |  BERITA RINGKAS  |  KEPEMIMPINAN  |  ENTREPRENEURSHIP  |  INOVASI  |  RESENSI BUKU  |  INDUSTRI KREATIF  |  GAYA HIDUP  |   OPEN SOURCE  |  BLOG