| |
 Jakarta - Tiga siswi kelas XI SMA Bina Nusantara Serpong, Katiana Din Doeana, Queen Sugih Ariyani, dan Caecilia Sherina keluar sebagai juara I L'Oreal Girls Science Camp, akhir Juni lalu. Penelitian mereka, berjudul "Biogas Goes to School", dianggap paling layak jadi juara I dalam kompetisi bertema "Playing Smart with Energy" itu. Penelitian Katiana cs bermula dari tumpukan sampah rumput di belakang sekolah mereka, yang dalam 2 minggu bisa mencapai 700 kg. Selain dijadikan pupuk, mereka yakin sampah itu bisa lebih bermanfaat untuk penghematan energi.
"Gas dalam sampah rumput bisa dijadikan sumber energi untuk kantin sekolah, misalnya," kata Queen. Mereka menguji kandungan gas dalam sampah rumput itu dengan menyiraminya dengan air tape dicampur gula pasir, lalu ditutup rapat dengan plastik hitam untuk difermentasi selama 2 minggu. Setelah fermentasi selesai, mereka mengetes kadar biogas dari sampah itu. Caecilia mengasumsikan berat total biogas yang dihasilkan dari 700 kg sampah rumput itu bisa mencapai 35 kg. Bila dihitung menurut ongkos, biogas karya Katiana cs lebih hemat bila dibandingkan dengan elpiji, karena biogas seberat 35 kg sama dengan 3 tabung elpiji ukuran 12 kg.
Sumber: www.tempointeraktif.com     
Posting : Jum'at, 30 Juli 2010
Category:
| | ----------------------------------------------------- |
 Jakarta - Pengusaha Arifin Panigoro menciptakan pembangkit listrik tenaga daun. Hasil karya pengusaha migas itu kini siap dinikmati seluruh masyarakat Indonesia. "Akhir tahun 2010 mendatang, pembangkit tenaga daun siap diluncurkan dan dipergunakan kepada seluruh masyarakat Indonesia," kata Arifin, usai memberikan kuliah umum bagi 800 calon wisudawan IPB, Selasa (27/7).
Menurut Arifin, energi sumber daya alam yang digunakan sebagai tenaga listrik sudah mulai kritis keberadaannya. Sebagai alternatif, daun-daunan pun bisa menghasilkan listrik. "Awalnya saya berfikir bagaimana mengatasi kekurangan listrik tanpa mengeluarkan biaya besar. Saya mencoba membuat pembangkit dari bahan daun-daunan. Dan melalui penelitian ternyata daun dapat juga menghasilkan tenaga listrik," katanya.
Sumber: nasional.vivanews.com     
Posting : Kamis, 29 Juli 2010
Category:
| | ----------------------------------------------------- |
 Jakarta - Tiga pelajar SMAN 2 Kandangan, Kalsel, mengembangkan minyak nonkolesterol dari limbah perut ikan tauman. Inovasi ini membawa mereka menjadi juara 3 kompetisi L'Oreal Girls Science Camp. Mereka adalah Febriana Kuscahyadi, Aulia Gusrina dan Ermita Izmi Ariana.
Ikan tauman (Ophiocephalus micropeltes CV) kini menjadi ikan yang sering dikonsumsi masyarakat Kalsel setelah ikan gabus kian langka dan harganya makin mahal. Untuk membuat minyak nonkolesterol dari limbah perut ikan tauman, Aulia dkk mengumpulkan limbah itu dan dipanaskan hingga keluar minyaknya. "Setelah dingin, minyak disaring dan dipanaskan untuk kedua kali," katanya. Pemanasan kedua untuk memisahkan minyak dari air. "Kemudian tambahkan sedikit kunyit, lengkuas, serta pandan untuk menghilangkan bau amis ikan, dan minyak goreng nonkolesterol siap digunakan," ujar Aulia. Untuk melengkapi riset mereka, Aulia dkk melakukan uji proksimat guna menganalisis kadar protein dalam minyak. "Kandungan protein terbukti ada," kata Aulia. Uji vitamin yang mereka lakukan juga membuktikan adanya vit A, D, dan omega-3 dalam minyak buatan mereka.
Sumber: www.tempointeraktif.com     
Posting : Rabu, 28 Juli 2010
Category:
| | ----------------------------------------------------- |
 Jakarta – Lima siswa tingkat 4 SMK Negeri I Cimahi, Jabar, menciptakan software pendidikan yang bisa diakses secara mobile. Software bernama "Siedun" (Sistem Edukasi Nasional) itu berisi konten pendidikan mulai dari materi pelajaran, chatting dengan pengajar, hingga soal-soal ujian yang bisa dikerjakan secara online.
"Siedun ini software edukasi yang ingin kita terapkan ke versi mobile maupun website. Jadi murid bisa mengakses materi pelajaran atau ujian di mana pun dia mau," kata M Saepul, Java Developer software Siedun, di gelaran Inaicta 2010 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (23/7). Saepul mengembangkan Siedun bersama Kevin R Oktavian, Ade Hermawan, Yudhi Guntara, dan Darin Harly S. Mereka tak hanya mengembangkan aplikasi ini dalam bentuk website untuk desktop, tetapi juga versi mobile.
Sumber: tekno.kompas.com     
Posting : Selasa, 27 Juli 2010
Category:
| | ----------------------------------------------------- |
 Bogor - Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB, Dr Rizal Damanik, belum lama ini mendapat penghargaan terbaik ke-2 dari Kemendiknas berkat penelitiannya tentang manfaat daun torbangun untuk meningkatakan kualitas air susu ibu (ASI). Menurutnya, daun torbangun (Coleus amboinicus Lour) sudah terbukti secara ilmiah bermanfaat bagi ibu-ibu hamil dan menyusui untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Pada 2003, dia sudah melakukan percobaan dengan membandingkan daun torbagun dengan moloco (yang mengandung bahan kimia dari ekstrak plasenta sapi), dan fenugreek, yakni tanaman yang biasa dimanfaatkan orang Eropa untuk meningkatkan kualitas ASI. Ternyata ASI dari kelompok ibu yang menggunakan daun torbangun itu yang terbaik.
Tanaman torbangun bisa tumbuh dimana-mana, termasuk di India dan Thailand. Namun, tujuan penggunaannya berbeda-beda. Di India, daun itu dipakai untuk bumbu kari, sedangkan di Thailand untuk obat bagi orang yang digigit ular.
Sumber: edukasi.kompas.com     
Posting : Senin, 26 Juli 2010
Category:
| | ----------------------------------------------------- |
 Jakarta - Inaicta 2010 digelar di JCC, Jakarta, pada 23-24 Juli 2010. Gelaran ini merupakan ajang pameran inovasi teknologi informasi karya anak bangsa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Menurut Ketua Panitia INAICTA 2010, Taufik Hasan, Inaicta kali ini diharapkan bisa mempertemukan para inovator TIK dengan kalangan industri dan usaha. "Yang kita fokuskan, adalah supaya mereka bisa masuk ke dunia industri. Maka di sini kita pertemukan mereka dengan kalangan UKM, perbankan, industri, dan market," katanya.
Partisipan Inaicta 2010 ini, kata dia, sangat beragam dan berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai aset nasional. Para partisipan yang terdiri dari kategori pelajar mulai dari SD, SMP, SMA, hingga dewasa ini memamerkan berbagai karya mereka seperti, software, robot, konten internet, hingga radar. Penghargaan bagi para inovator terpilih yang dianggap berpotensi akan diberikan dalam penutupan Inaicta 2010, Sabtu (24/7) ini.
Sumber: tekno.kompas.com     
Posting : Sabtu, 24 Juli 2010
Category:
|

| Kompor Briket Nyala Besar-Kecil | Tungku tradisional umumnya menggunakan kayu sebagai bahan bakar. Di samping memerlukan tempat yang luas dan sangat boros bahan bakar, asap yang dihasilkan berpotensi menimbulkan gangguan pernafasan. Selain itu, kayu bakar semakin sulit diperoleh.
Kompor ini dilengkapi dengan sistem preheating dan regulator. Kompor biomass ini menggunakan biomass padat sebagai bahan bakar seperrti potongan ranting, kayu bekas, briket dari sampah organik, dan limbah pertanian. Untuk meningkatkan efisiensi, udara sebelum digunakan membakar biomass harus mendapatkan pemanasan pendahuluan/preheating. Hasilnya, nyala api yang dihasilkan lebih bersih, pembakaran lebih sempurna sehingga bahan bakar yang diperlukan jauh berkurang. Nyala api juga dapat dibesarkan dan dikecilkan dengan mengatur aliran udara yang masuk. Alat ini dikembangkan oleh DR. Muhammad Nurhuda. |
|
| eCare, Solusi Hemat untuk Berkomunikasi | Seiring dengan semakin pesatnya jumlah pemakai selular di Indonesia, kebiasaan untuk menghubungi ke handphone semakin diminati dibandingkan ke fixed phone yang ada di meja kantor/rumah. Satu hal yang tidak bisa dihindari, adalah adanya beban biaya interkoneksi dari fixed phone ke jaringan selular.
eCare sebagai fixed to mobile/wireless terminal (FWT) mampu memberikan solusi yang murah untuk berkomunikasi terutama ketika menghubungi handphone atau selular. eCare dilengkapi 3 slot GSM dan 1 custom channel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Dengan memasang SIM-card operator GSM/CDMA yang berbeda, pengguna tentunya akan memperoleh tarif telepon yang murah untuk tujuan operator yang sama. eCare dikembangkan oleh Mahshil dan Mohammad Reza Khan. |
|
| Robolay: Pembasmi Bangkai Layang-layang | Sampah layangan dan benangnya yang tersangkut di jaringan listrik PLN selain merusak keindahan, juga menjadi penyebab terjadinya gangguan pada distribusi tenaga listrik. Robolay (Robot Layangan) diciptakan untuk membersihkan sampah yang tersangkut di jaringan listrik bertegangan tinggi dalam kondisi tidak bertegangan. Pemeliharaan secara berkala dapat meminimalisir interupsi layanan listrik bagi masyarakat.
Robolay dioperasikan dari jarak jauh, menggunakan radio dan mengandalkan mata kamera Robolay untuk memeriksa kondisi kawat jaringan listrik, lalu direkam. Robolay dikembangkan oleh Iwan Gunawan, Suhada Bin Hamid, Komar, Carya, Iwa Hermawan, Dedi Ruswandi dan Wanan. |
|
| "Jaringan Otak yang Perkasa" | Penggunaan computer untuk melakukan penghitungan pada penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan oleh peneliti. Perhitungan yang dilakukan biasanya sangat kompleks dan berjumlah sangat banyak sehingga dibutuhkan komputer dengan banyak prosesor (multiprocessor) untuk melakukannya dengan lebih cepat.
Akses ke komputer multiprocessor juga tersedia di beberapa institusi penelitian terkemuka di dengan akses terbatas, sehingga utilitasnya relatif tidak tinggi dan biaya pemeliharaannya juga tinggi. Akses bagi publik dengan sistem web memungkinkan akses dari internet. Menggunakan sistem arsitektur yang mutakhir, memungkinkan klaster yang ada dipecah menjadi sub-klaster independen dengan lingkungan terpisah dan tidak saling mengganggu. Inovasi ini dikembangkan oleh LT Handoko, Zaenal Akbar, Imam Firmansyah, dan Bambang Hermanto. |
|
| Hutan Jati Bongsor | Pohon jati butuh waktu bertahun-tahun
sebelum dapat diproses secara ekonomis. Pohon jati yang tumbuh liar semakin
sedikit jumlahnya dan sulit diperoleh. JAPRO, adalah konsep silvikultur
intensif dalam pengelolaan pohon jati, yaitu dengan menggunakan klon jati
unggul, persiapan lahan yang baik, pemupukan, penanaman tepat waktu dan
pengendalian hama dan penyakit (silvikultur intensif).
Hutan jati prospektif (JAPRO) ditaksir
mampu menghasilkan kayu sebanyak 200-300 m3/ha pada umur pohon 20 tahun,
dibandingkan dengan 100-120 m3/ha pada umur pohon 60 tahun yang terjadi secara
alami. Inovasi ini dikembangkan oleh Mohammad Naiem. |
|
| Air Minum Ekonomis dari Air Laut | Seperti pada proses destilasi, teknologi reverse osmosis memungkinkan air asin diolah menjadi air tawar. Teknologi ini menggunakan teknologi water treatment secara fisika dan kimia yang terdiri dari 1) pemisahan zat besi dan mangan dengan penambahan KMnO4; 2) penyaringan dengan filter pasir (memisahkan kotoran kasar), filter mangan zeolit (memisahkan sisa mangan dan besi) dan filter karbon aktif (memisahkan warna dan bau); 3) proses desalinasi dengan membran RO. Dengan konsumsi energi yang sangat rendah, air hasil olahan sudah dapat langsung diminum. Untuk kapasitas 10.000 liter per hari, hanya dibutuhkan energi listrik kurang lebih 5,5 KVA. Keunggulan alat ini adalah sangat cocok digunakan di wilayah sulit sumber air tawar, seperti daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. Biaya produksi air siap diminum dengan proses reverse osmosis jauh lebih murah, yaitu sekitar Rp 1500 per galon (20 liter). Pengoperasian relatif mudah, dilakukan pada suhu kamar, dan kapasitas mudah diperbesar. Alat ini dikembangkan oleh Ir. Nusa Idaman Said, M.Eng. |
|
| Pawang Geni, Alat Pemadam Api Sederhana | Pada beberapa kasus kebakaran, baik di kota besar maupun kecil, akses ke air pemadam menjadi masalah. Selain itu, penyiraman air ke lokasi kebakaran dilakukan oleh masyarakat dengan menggunakan ember yang jangkauannya sangat terbatas. Lokasi pemadaman sendiri menjadi masalah bagi akses kendaraan pemadam yang ukurannya besar. Pawang geni dibuat berdasarkan kondisi tersebut. Pada dasarnya alat ini berupa alat pemadam kebakaran yang terdiri dari water reservoir/drum penampung air kapasitas 200 liter, pompa air aksi ganda untuk menyedot air dari reservoir dan fire hose/selang air. Solusi pawang geni diharapkan menjawab masalah penyemprotan air swadaya untuk kebakaran. Alat ini dikembangkan oleh Sri Utomo. |
|
| Api Biru dari Sampah Organik | Sampah menjadi masalah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, apalagi sampah pasar yang jumlahnya banyak. Teknologi yang bias mengolah dan memanfaatkan sampah sangat diperlukan. Seiring dengan itu, pembuatan bioethanol membutuhkan limbah pasar segar seperti sayuran dan buah segar yang dibuang dan dikumpulkan menjadi satu. Sampah kemudian dihancurkan dengan mesin giling sehingga dihasilkan cairan sampah organic yang kemudian difermentasikan selama 7 hari. Pemanasan dan penyulingan model baru menggunakan pipa spiral pada suhu 80-90 derajat celcius akan menghasilkan bioethanol dengan kadar 70-80%. Bioethanol ini dapat langsung digunakan sebagai pengganti minyak tanah berkalori tinggi sepanas gas elpiji atau di pabrik limun, atau sebagai sauce di pabrik rokok, dan lain-lain. Inovasi ini dikembangkan oleh Soelaiman Budi Sunarto SH, MM, MBA. |
|
| Alat Pengukur Tingkat Kesegaran Udang/Ikan | Kesegaran adalah parameter untuk membedakan kualitas ikan. Pada umumnya, kesegaran dideteksi dari tampak dan bau. Alat pengukur tingkat kesegaran ikan dapat bekerja secara otomatis dengan metode akustik frekuensi tinggi (ultrasonik) berbasis kontroler mikro. Metode yang digunakan bersifat tidak merusak, tidak secara langsung menyentuh ikan, dan praktis penerapannya. Terdapat bank data untuk masing-masing spesies ikan yang diukur tingkat kesegarannya untuk menentukan indeks kesegaran ikan. Keunggulan inovasi ini adalah nilai pengujian tingkat kesegaran ikan bersifat objektif dan konsisten, tidak merusak objek, tidak menyebabkan efek samping dan praktis dilakukan siapa saja. Alat ini dikembangkan oleh Prof. Dr. Indra Jaya, Msc dan Ayi Rahmat, Spi., Msi. |
|
| Alat Pancing Gurita Elektronik | Menangkap gurita dengan cara trandisional menggunakan tombak butuh keahlian menyelam, merusak hasil tangkapan, dan merusak karang tempat persembunyian gurita. ACAH (Atraktor Cephalopoda Harian) adalah alat pacing gurita berbentuk pancing dengan umpan yang terbuat dari bahan-bahan buatan dengan motif berbagai warna. Alat ini dilengkapi dengan sinyal berfrekuensi rendah (subsonik) sebagai atraktor (penarik) gurita.
Dengan ACAH, hasil tangkapan bisa lebih banyak dan kondisi daging gurita tidak rusak. Alat ini dikembangkan oleh Agus Cahyadi dari Pusat Riset Teknologi Kelautan DKP. |
|
| Kompor Gastrik | Kompor gastrik bisa mengatasi masalah keterbatasan bahan bakar fosil. Kompor ini menghadirkan metode baru proses pembakaran dengan energi listrik menggunakan sistem konverter AC-DC yang didukung dengan bahan bakar non-fosil yang diekstrak dari tumbuh-tumbuhan.
Proses konversi bahan bakar cair ke gas dilakukan dengan sistem penguapan melalui pemanasan pipa penyalur dengan suhu tertentu, dibantu dengan kipas pendorong sehingga diperoleh gas bertekanan yang menghasilkan nyala api biru layaknya kompor gas. Kompor gastrik dikembangkan oleh Wahono Handoko, Randy Ariaputra, dan Herrison. |
|
| Smart Mass Transit System (SMTS) | SMTS merupakan solusi sistem tiket berbasis smartcard untuk diaplikasikan di bidang transportasi. Hardware yang digunakan untuk SMTS 70% dirancang dan diproduksi di dalam negeri. Sementara softwarenya dikembangkan dengan teknologi open source.
Kartu ini diamankan menggunakan proteksi double encryption dengan algoritam TEA. Struktur datanya dirancang ringkas untuk meminimalisir kebutuhan memori kartu. Perangkat ini terdiri dari gate access, backup reader, point of sales, kartu, dan data communication (GPRS). SMTS dikembangkan oleh PT Gamatechno Indonesia.
|
|
| |
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
| Article Inovasi Sebelumnya |
| |
|
|