Slideshow image


Since your web browser does not support JavaScript, here is a non-JavaScript version of the image slideshow:

slideshow image


slideshow image


    QB LEADERSHIP CENTER  BERANDA  BERITA RINGKAS  KEPEMIMPINAN  ENTREPRENEURSHIP  INOVASI  RESENSI BUKU  INDUSTRI KREATIF  GAYA HIDUP   OPEN SOURCE   BLOG 
Artikel Terbaru
Melestarikan Bahasa Daerah Lewat Kamus Online

Indonesia kaya akan beragam suku bangsa, budaya, dan bahasa. Sayangnya, tidak banyak orang yang berminat untuk melestarikan ragam budaya tersebut. Hal itu jadi alasan bagi seorang siswa SLTA 39, Fauzan Helmi Sudaryanto, untuk mengembangkan kamus bahasa tradisional online berjuluk Kardinal. Yang menarik,  Fauzan mengembangkan kamus ini menggunakan teknologi open source.

“Minat kita warga Indonesia, terutama kaum muda dan remaja, untuk terus melestarikan budaya masih kurang. Padahal budaya itu aset yang sangat berharga buat identitas bangsa kita,” ujar Fauzan kritis. Daripada berteriak atau mencaci negara lain yang berusaha “mencaplok” budaya Indonesia, dia memilih untuk membuat karya yang inovatif untuk menunjukkan keberagaman budaya yang memang asli Indonesia. “Jangan mau dikontrol oleh panasnya situasi, tapi balas dengan karya,” katanya.

Memilih Open Source

Kardinal dikembangkan menggunakan engine Glossword yang berbasis open source. Aplikasi ini dia kembangkan selama sekitar tiga bulan. “Mulai dari ide sampai website-nya online,” imbuh Fauzan. Kalau penasaran dengan Kardinal, Anda bisa singgah ke www.kamus-tradisional.web.id.

Fauzan sengaja memilih teknologi open source untuk mengembangkan Kardinal. Alasannya, “Open source memungkinkan kita untuk berkolaborasi dengan banyak orang di luar sana. Kita bisa berbagi tanpa batas.” Pengembangan kamus tradisional ini merupakan proyek terbuka. Kontributor dari berbagai daerah dapat ikut berkontribusi dalam mengembangkan database bahasanya. Karena itu, Fauzan tidak membatasi jumlah bahasa yang dapat dimasukkan ke dalam Kardinal. Dia mengaku akan mustahil bagi dia jika harus mengembangkan kamus ini sendirian.

Asal Anda tahu, Kardinal menjadi jawara dalam ajang Indonesia ICT Award (INAICTA) 2009 untuk kategori Student Project SMA. Aplikasi ini pun akan mewakili Indonesia dalam ajang Asia Pasific ICT Award (APICTA) 2009 di Melbourne, Australia pada bulan Desember mendatang.

Cara Kerja


Cara kerja Kardinal sama dengan cara kerja kamus online pada umumnya. “Kita bisa memasukkan kata dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, atau bahasa daerah dalam kotak pencarian, tanpa harus memilih bahasa asal dan bahasa tujuan yang dituju,” Fauzan menjelaskan. Hasil pencarian akan menampilkan kata dalam bahasa daerah, bahasa Indonesia, atau bahasa Inggris yang memiliki arti sama dengan kata yang dimasukkan dalam kotak pencarian.

Diakui oleh Fauzan, tantangan terberat dalam mengembangkan kamus tradisional ini terletak dalam proses validasinya. Pasalnya, entry yang dimasukkan ke dalam database Kardinal hanya dimengerti oleh kontributor yang bersangkutan. “Ada kalanya pengunjung yang masuk ke situs Kamus Tradisional Online melaporkan kesalahan arti yang ada dalam kamus,” kata Fauzan.

Saat ini, baru ada delapan orang yang menjadi kontributor Kardinal. Jika tertarik untuk ikut mengembangkan kamus online ini, Anda juga bisa mendaftarkan diri melalui website Kardinal. Syaratnya sangat mudah. Anda cukup merupakan warga negara Indonesia, peduli terhadap kelestarian aset bangsa, punya kompetensi yang dibutuhkan, dan mau bertanggung jawab terhadap apa yang sudah ditulis dalam website. (Restituta Ajeng Arjanti)

0 comments

Tambah Komentar
 
 Nama
 Email
 Komentar  
 Verifikasi captcha
 
 
  Artikel Sebelumnya
   
 
  Referensi
  www.asirpa.org/
www.businessweek.com/innovate/global_index/
1000ventures.com/business_guide/innovation
ec.europa.eu/enterprise/policies/innovation
innovation.alltop.com/
bx.businessweek.com/innovation-metrics/
www.ristek.go.id/
www.bppt.go.id/
www.blackinnovationawards.com/
inaicta.web.id/
bic.web.id/

  Berita
 
"GREEN LABEL" PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN

Jakarta - Menurut Ketua Umum InSWA, Sri Bebassari, Selasa (31/8), Saat ini rata-rata orang Indonesia menghasilkan sampah 0,5 kg dan 13% di antaranya adalah plastik. Khusus untuk wilayah Jakarta, sampah bisa mencapai 6.000 ton/hari dan 13,25% berasal dari sampah plastik. Karena itu, melalui institusinya, Sri memberikan sertifikasi Green Label bagi produk plastik yang telah lolos uji ramah di lingkungan setelah melalui tahap observasi dan uji lab BPPT.

Hingga kini, baru 1 satu perusahaan yang mendapat sertifikasi ini, yakni PT Tirta Marta yang memproduksi plastik Oxium yang mampu diurai dalam 2 tahun saja. Plastik Oxium sudah mulai dipakai oleh sebagain besar ritel di tanah air seperti Indomaret, Carrefour, Alfamart, Hero, Giant, Superindo, Kemchick, dan Gramedia.

Sumber: sains.kompas.com     
Posting : Jum'at, 03 September 2010 Category: Komentar
-----------------------------------------------------
MAHASISWA UGM KEMBANGKAN METERAN LISTRIK DIGITAL

Yogya - Empat mahasiswa UGM (Fadjri Andika Permadi, M. Arif Wicaksono, Yusuf Irfani, dan Kiki Rahmat Syair) mengembangkan inovasi meteran listrik digital multifitur yang memungkinkan PLN untuk memutuskan arus listrik secara otomatis dari jarak tertentu menggunakan remote control. Menurut Fadjri, meteran listrik digital itu bisa meminimalisir hambatan yang ditemui petugas PLN dalam melakukan pemutusan arus listrik, seperti yang dialami dalam penyegelan meteran listrik analog.

“Berbagai kesulitan yang ditemui petugas PLN saat akan melakukan penyegelan seperti tembok rumah yang terlalu tinggi, dimarahi pemilik rumah, dan yang lainnya bisa diminimalisir. Dengan KWH digital ini PLN bisa memutuskan arus listrik tanpa harus mendatangi rumah pelanggan. Cukup dengan memencet tombol remote saja,” jelasnya, Rabu (18/8) lalu. Teknologi ini memungkinkan PLN melakukan pemutusan arus listrik dalam jarak 70 m dengan cakupan 255 KWH. Alat ini juga dilengkapi fitur menarik, seperti menu untuk menampilkan jumlah biaya tagihan pemakaian daya listrik setiap bulan dan alarm pengingat yang diatur berbunyi tiap tanggal 19, sehari sebelum jatuh tempo pembayaran tagihan listrik.

Sumber: www.ugm.ac.id     
Posting : Kamis, 02 September 2010 Category: Komentar
-----------------------------------------------------
KAMPUNG BIOGAS HANTARKAN MAHASISWA UGM RAIH MEDALI EMAS DI PIMNAS 2010

Yogya - Prihatin terhadap perilaku masyarakat dusun Ngemplak, Selo, Boyolali yang menebang pohon secara liar untuk kebutuhan kayu bakar, 5 mahasiswa UGM menginisiasi pembuatan “Kampung Biogas” di dusun itu. Wijaya, Rayendra Andika, Satwika Matahari, Siska Aditya, dan Atiq Muttaqin mendorong masyarakat setempat untuk memanfaatkan biogas dari kotoran sapi sebagai pengganti bahan bakar dari kayu.

Menurut Wijaya, Senin (23/8), di dusun Ngemplak Boyolali ada banyak limbah sapi yang belum termanfaatkan. “Biogas diharapkan bisa mengurangi pemakaian kayu sebagai bahan bakar,” katanya. Mereka membina masayarakat dusun itu dalam pembuatan biogas, pembangunan instalasi, pemakaiannya, hingga pemasarannya. “Sampai saat ini sudah 17 kepala keluarga memiliki instalasi biogas. Mereka telah melakukan pengolahan kotoran sapi dan menjadikan sebagai biogas,” imbuh Rayendra. Biaya pembuatan 1 unit instalasi biogas sekitar Rp600 ribu. Kampung biogas ini tak hanya bisa mengurangi aksi illegal logging di wilayah itu, tetapi juga menghantarkan para mahasiswa ini meraih emas di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2010 di Bali, Juli lalu.

Sumber: www.ugm.ac.id     
Posting : Rabu, 01 September 2010 Category: Komentar
-----------------------------------------------------
DOSEN UNIVERSITAS BRAWIJAYA TEMUKAN PAKAN TERNAK ALTERNATIF

Malang - Guru Besar Universitas Brawijaya Malang, Sukoso, menemukan sumber protein alternatif sebagai pengganti kedelai dalam industri pakan ternak dan budidaya ikan. Sumber protein itu adalah khamir laut yang juga dikenal sebagai ragi laut. "Persediaan khamir laut di alam sangat banyak dan gampang didapat. Untuk memproduksinya juga tak butuh teknologi tinggi," katanya. Menurut Sukoso, khamir laut adalah mikroorganisme yang diisolasi dari laut, dan bisa ditumbuhkan dalam media berupa air laut yang telah diperkaya nutrisi. "Pertumbuhan selnya sangat cepat dengan teknologi pembiakan sederhana," ujarnya.

Selama ini pakan ternak berasal dari kedelai dan tepung ikan. Penggunaan kedelai bisa menganggu persediaan bahan pangan seperti tahu dan tempe. Sedangkan penggunaan tepung ikan akan menguras sumberdaya ikan sebagai konsumsi pangan manusia. "Pakan dari kedelai bisa mengganggu stok pangan rakyat. Untuk itu harus segera diganti khamir laut yang harganya lebih murah sekitar Rp2 ribu/kg," tuturnya.

Sumber: www.tempointeraktif.com     
Posting : Selasa, 31 Agustus 2010 Category: Komentar
-----------------------------------------------------
UNS KEMBANGKAN ALAT DETEKSI DINI TANAH LONGSOR

Surakarta – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengembangkan alat deteksi dini tanah longsor, bekerja sama dengan LIPI. Alat itu berbasis teknologi wireless. “Nama alatnya inklinometer,” kata Pembantu Dekan I Fakultas MIPA UNS, Ari Handono Ramelan, Juli lalu. Alat itu akan mampu mendeteksi tanah longsor dengan lebih responsif.

Alat akan mengirim setiap getaran tanah yang diperkirakan akan mengakibatkan longsor, ke stasiun penerima. “Karena tanpa kabel, teknisnya jadi lebih mudah,” kata Ari. Dia mengakui, alat serupa sudah ada di Australia. Namun, “Alat yang kami buat lebih responsif terhadap setiap pergeseran tanah dan harganya lebih kompetitif.” Alat serupa buatan Australia dibanderol Rp350-400 juta, sementara alat buatannya tak lebih dari Rp100 juta. Inklinometer yang sedang dibuatnya sudah dipesan Pemkab Sukoharjo, untuk dipasang di daerah-daerah rawan longsor.

Sumber: www.tempointeraktif.com     
Posting : Senin, 30 Agustus 2010 Category: Komentar
-----------------------------------------------------
MAU TAHU BAJU NANO?

Jakarta - Teknologi nano diklaim sebagai teknologi terbaik saat ini. Inti dari teknologi ini adalah merekayasa materi pada ukuran nanometer. "Intinya, sebetulnya merekayasa materi diukuran nanometer, hingga terjadi efisiensi materi," ujar Moko, Sekretaris Masyarakat Nano indonesia di R&D Ritech Expo 2010 (21/8) lalu.

Satu nanometer setara dengan 10 (pangkat) -9 m atau 1/9 juta milimeter. "Perbandingannya kayak bola bumi dengan bola pingpong, sangat kecil," ujar Moko. Nano teknologi kini telah digunakan untuk kebutuhan manusia, misalnya untuk kemeja dan jas. Percikan-percikan air tak akan meresap pada kemeja dan jas yang menggunakan teknologi nano. Selain itu teknologi nano juga sudah digunakan dalam kosmetik, pendingin ruangan, mainan anak-anak, hingga sol sepatu. Ke depan, teknologi nano akan dikembangkan untuk memenuhi lebih banyak kebutuhan manusia. Misalnya, pakaian anti bakteria yang tak perlu lagi dicuci karena tak akan menyerap kotoran dan bau badan, serta obat-obatan yang dipercaya akan lebih ampuh karena lebih mudah diserap tubuh.

Sumber: tekno.kompas.com     
Posting : Sabtu, 28 Agustus 2010 Category: Komentar

  Berita Sebelumnya
 

    QB LEADERSHIP CENTER  |  BERANDA  |  BERITA RINGKAS  |  KEPEMIMPINAN  |  ENTREPRENEURSHIP  |  INOVASI  |  RESENSI BUKU  |  INDUSTRI KREATIF  |  GAYA HIDUP  |   OPEN SOURCE  |  BLOG