Sistem pengobatan naturopati memperkenalkan jus kentang sebagai terapi untuk mengatasi gangguan pencernaan, termasuk asam lambung. Kentang mengandung banyak vitamin dan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Studi yang dilakukan terhadap 10 orang penderita gangguaan pencernaan kronis membuktikan hal itu. Delapan orang menyatakan kondisinya membaik setelah mengonsumsi segelas jus kentang sehari selama satu pekan.
Penelitian serupa dilakukan empat universitas di Jerman dan Australia. Mayoritas penderita gangguan pencernaan sembuh setelah melakukan terapi jus kentang selama 12 pekan. Mereka mengonsumsi 100 mililiter jus kentang setengah jam menjelang sarapan dan sebelum tidur malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sayur dengan nama latin potato solanum tuberosum itu mengandung zat alkaloid yang berfungsi sebagai penetral asam. Dalam penelitian lanjutan, kentang juga bermanfaat untuk mencegah penyakit ginjal, jantung dan penyebaran sel kanker.
Google tengah membangun kerjasama dengan World Bank dan lembaga pusat data statistik lainnya agar bisa menghadirkan data visual dalam Google Labs. Perangkat baru yang dinamakan Google Public Data Explorer itu mulai diperkenalkan awal pekan ini. Seperti dilansir Cnet, Selasa (9/3), situs tersebut menyimpan data publik berkaitan dengan sekolah, populasi, kejahatan, bahkan nama-nama untuk membangun peta dan grafik yang membantu mengilustrasikan sebuah tren.
Google juga merilis daftar sitilah yang paling dicari, yang dapat dijawab dengan data publik, berdasarkan analisa pencarian data anonim. Data mengenai perbandingan sekolah dan pengangguran masuk kedalam daftar pertanyaan yang paling dicari, disusul kemudian data mengenai populasi, pajak penjualan dan gaji.
Membaca adalah salah satu cara untuk bersantai. Suatu penelitian yang dilakukan University of Sussex menunjukkan bahwa membaca dapat mengurangi tingkat stres hingga 68 persen. Bahkan, walaupun hanya enam menit, membaca dapat mengurangi tingkat stres. Penelitian itu juga menemukan bahwa membaca bekerja lebih cepat dan lebih baik dibanding metode lain untuk menenangkan saraf lelah, seperti mendengarkan musik, berjalan-jalan, atau meminum secangkir teh.
Penelitian itu dilakukan pada sekelompok sukarelawan yang tergabung dalam konsultan Mindlab Internasional di University of Sussex. Para psikolog percaya hal itu karena saat membaca, pikiran manusia harus berkonsentrasi dan menjadi terbawa dalam dunia sastra yang dapat meredakan ketegangan di otot dan hati. Dari tes itu, Dr David Lewis, kognitif neuropsikolog, mengatakan subjek hanya perlu membaca enam menit untuk memperlambat denyut jantung dan meredakan ketegangan otot.