|
| Betti Alisjahbana Duta Open Source Indonesia |
|
Lebih dari 20 tahun Betti malang melintang di dunia Teknologi Informasi, baik di Indonesia maupun di kawasan ASEAN dan Asia Selatan. Jabatan terakhirnya, Presiden Direktur PT IBM Indonesia.
Betti kemudian mendirikan dan memimpin QB Creative yang bergerak di Industri Kreatif. QB Headlines, QB Architects dan QB Creative IT adalah 3 bidang bisnis yang digelutinya saat ini.
Pada penutupan IGOS Summit 2 tanggal 28 Mei 2008, bersamaan dengan diumumkannya pembentukan Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Betti ditunjuk sebagai Duta Open Source Indonesia. Betti kemudian juga dipilih sebagai Ketua Umum AOSI.
|
|
|
|
|
|
|
|
Peran Open Source di dalam Menjawab Kebutuhan Bisnis di Indonesia
| |
| Oleh Betti Alisjahbana )*
Sistem informasi adalah pondasi dalam menjalankan bisnis masa kini. Di banyak industri seperti perbankan, telekomunikasi dan asuransi, sistem informasi bahkan merupakan prasyarat bagi beroperasinya perusahaan. Meskipun sistem informasi sudah mulai menjadi komoditi, ketika dikombinasikan dengan perubahan organisasi dan sistem manajemen, sistem informasi memungkinkan perusahaan melahirkan produk, jasa dan model bisnis yang memberikan keunggulan strategis.
Tidak ada yang meragukan pentingnya sistem informasi bagi suksesnya suatu bisnis. Tantangannya tentu bagaimana memilih sistem informasi secara cerdik, agar mendapatkan sistem yang dapat diandalkan dengan harga yang baik. Apalagi pada kondisi ekonomi yang kurang mendukung seperti saat ini, setiap penghematan biaya tentu sangat berguna. Tidak mengherankan Perangkat Lunak Open Source menjadi semakin populer.
Open Source Software, dikembangkan secara kolaboratif.
Open source adalah metoda pengembangan perangkat lunak secara kolaboratif dan terbuka. Semua orang bisa menggunakan, mengembangkan dan mengembalikan perangkat lunak yang telah dikembangkannya untuk digunakan bersama.
Cara pengembangan perangkat lunak secara kolaboratif dan terbuka memberikan banyak manfaat kepada dunia bisnis yang tidak bisa dicapai bila masing-masing bekerja sendiri-sendiri. Berbagai bug yang ditemukan lebih cepat diperbaiki. Tingkat keamananpun lebih tinggi karena kode pemrograman bisa dilihat dan diteliti oleh banyak orang. Masalah-masalah yang ditemukan bisa segera dipecahkan, bukan disembunyikan dan mungkin jatuh ketangan orang yang salah.
Metoda pengembangan perangkat lunak secara open source juga memungkinkan si kecil bisa berkolaborasi dan mempunyai kesempatan untuk mematahkan monopoli. Cara pengembangan open source membuat perangkat lunak open source berkualitas bagus, handal, memberikan fleksibilitas dan menghentikan ketergantungan terhadap vendor tertentu.
Hemat biaya lisensi untuk mengembangkan inovasi.
Beberapa manfaat yang bisa segera diraih dengan memanfaatkan perangkat lunak open source adalah penghematan biaya Teknologi Informasi melalui penghematan biaya lisensi perangkat lunak. Bagi kebanyakan perusahaan ini artinya lebih banyak yang mampu memanfaat kan Teknologi Informasi, karenanya membuat perusahaan-perusahaan menjadi lebih kompetitif.
Sebagai ilustrasi, perusahaan UKM kini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tinggi untuk membayar lisensi perangkat lunak proprietary. Mereka bisa memilih Linux sebagai sistem operasi untuk desktop dan file/ print servernya, open office untuk perangkat lunak sistem perkantorannya dan firefox sebagai web browsernya. Berbagai aplikasi e-mail & messaging, sistem keuangan, web content management pun tersedia dalam versi open source. Beberapa UKM bahkan sudah menerapkan ERP dan CRM dengan perangkat lunak open source.
Tidak hanya perusahaan kecil dan menengah yang memanfaatkan perangkat lunak open source. Perusahaan-perusahaan besar seperti Samudra Group dan Telkom pun kini telah memanfaatkan perangkat lunak open source. Tidak kurang dari delapan belas ribu PC di PT Telkom telah dialihkan ke open source dengan memanfaatkan aplikasi open office. Beberapa pertimbangan untuk beralih ke perangkat lunak open source diantaranya adalah : fleksibilitas untuk melakukan perubahan dan penyesuaian perangkat lunak, dapat menggunakan perangkat lunak legal tanpa biaya tinggi, menghindari ketergantungan pada penyedia perangkat lunak proprietary dan mencapai tingkat keamanan perangkat lunak yang lebih tinggi.
Dari berbagai aplikasi open source yang telah tersedia, banyak diantaranya sudah digunakan secara luas, karenanya dikategorikan sebagai mature. Termasuk dalam kategori ini adalah development tools, security, server operating system, kolaborasi, web content management dan application servers. Umumnya perusahaan-perusahaan melakukan implementasi perangkat lunak open source dimulai dari perangkat lunak ini. Biaya lisensi perangkat lunak yang di hemat sangat signifikan dan bisa digunakan untuk keperluan yang lebih strategis, misalnya untuk mengembangkan jenis inovasi baru yang mampu menggerakkan bisnis dan industri menuju keberhasilan ekonomi dan kemajuan yang lebih besar.
Open Source, Kesempatan untuk mengejar ketinggalan.
Open Source mempunyai prinsip semua software dan courseware boleh ditiru, dipergunakan dan diperbaiki oleh siapa saja, demi kebaikan dan percepatan perkembangan budidaya. Untuk negara berkembang seperti Indonesia, ini sungguh merupakan kesempatan untuk mengejar ketinggalan dari negara-negara maju yang belakangan ini berupaya terus untuk memperpanjang masa berlaku inteletual property right agar mereka bisa terus mempertahankan penguasaan ekonominya.
Dengan open source kita tidak sekedar jadi pengguna, kita medapat source code nya sehingga kita dapat mengembangkannya lebih jauh, membangun kemandirian dan kemampuan menjadi produsen.
Beberapa Kendala
Adopsi open source mengalami kemajuan diseluruh dunia, termasuk Indonesia, namun demikian kita belum sepenuhnya memanfaatkan potensi dari open source. Beberapa kendala diantaranya :
* belum semua peripheral seperti printer, scanner menyediakan driver untuk open source
* dukungan pengembang dan penyedia open source masih terbatas
* pendidikan di sekolah-sekolah masih berorientasi pada perangkat lunak proprietary baik
dari segi materi pengajaran maupun media pendukungnya (buku, perangkat lunak
yang digunakan ).
Asosiasi Open Source Indonesia Membangun Sinergi Demi Kemajuan Teknologi Informasi di indonesia
Pada tanggal 30 Juni 2008, Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) resmi berdiri. AOSI menghimpun organisasi-organisasi pencinta, penggiat, pengembang, pemakai, pendidik, pelaku bisnis dan semua pendukung Open Source skala nasional. Organisasi-organisasi ini bekerja sama, bahu membahu membangun sinergi guna mencapai sukses bersama.
AOSI memiliki sejumlah program terencana untuk mendorong pengembangan teknis dan bisnis Open Source di Indonesia. AOSI melibatkan pihak pemerintah dan membahas program dan regulasi guna meningkatkan akselerasi berkembanganya pemanfaatan Open Soure di semua lapisan masyarakat Indonesia.
Dengan dibentuknya AOSI diharapkan terbentuk sinergi yang lebih baik antar komunitas open source untuk bersama-sama mengatasi kendala-kendala yang ada serta mendorong adopsi dan pengembangan aplikasi opensource beserta berbagai jasa pendukung open source. Kita berharap Indonesia bisa mengambil manfaat maksimal dari open source untuk kemajuan Teknologi Informasi dan ekonominya.
)* Betti Alisjahbana adalah Ketua Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI)
| |
|
Tambah Komentar
Komentar
- joni Jum'at, 24 Juli 2009 11:14:55
peran open source harus terus tingkatkan
- Patrickhrisna Jum'at, 30 Januari 2009 09:52:38
Ide yang bagus sekali, mulainya dari cari buku malah ketemu Asosiasi Open Source, sangat tertarik jadi anggotanya dan ikut mengembangkan IT di Indonesia. Assosiasi ini berbuat lebih baik dari mereka yang kerjaannya pesimist, kritik pemerintah melulu dan lupa produktif. Sukses Ibu Betti! Hidup Merah Putih!
- m noor Rabu, 31 Desember 2008 21:46:39
menanggapi komment panca di slipi...alkhamdulillah di yogya,,,,walaupun tanpa komputer...kami telah menyusun konsep sekolah gratis,,,,Free Franchise....yang sulit belajar grammar ada kuncinya...silahkan email holybookmuseum@yahoo,com....mau belajar huruf Arab dari NU-gundul pun ...ada kiat praktis nya....bahkan menghafal quraaan pun ada jurus yang pas....yang sulit memahami matematika pun kami coba bagi solusinya...ahlan wa sahlan...wasalam...(m noor)yogya
- m noor Rabu, 31 Desember 2008 21:36:13
alkhamdulillah ada aosi...sejak 78 kami telah menggeluti IT...ternyata IT belum memuaskan..mari kita ubah I(man) menuju T(aqwa)...inilah landasan paling penting bagi yang beragama Islam...kita adalah bukan apa2 dibanding ilmu Alloh...kalau boleh sharing...kami punya konsep UNIK.....M iQ R o......SOFT....berbeda dengan Micro Soft...menekankan bahasa mesin,maka MiQro adalah sebuah terobosan baru menuju..telematika ber basis Al Quraan ..sebuah buku unik yang mengandung inspirasi yang tak lekang zaman,,,sampai akhir,,,abadi......kita kupas al quraan dari sisi data base....sayang kami kurang mendalami struktur data....padahal....mustahil quraan akan mudah dihafal tanpa struktur data yang prima....wallohu allam...ide kami open source...insya Alloh siap sharing...di AOSI...wasalam...(M NOOR Yogya)
- elhakim Senin, 22 September 2008 10:57:48
Selamat atas berdirinya AOSI, semoga menjadi titik awal generalisasi open source di Indonesia
Dengan begitu kemajuan bangsa ini sudah di depan mata ..
salam,
- hendry Sabtu, 20 September 2008 21:56:25
Kok Mendaftar menjadianggota AOSI Lama ya Bu Ketua, Gimana caranya biar cepat nih
- pajrin Selasa, 16 September 2008 16:08:29
Open Source juga gak berarti gtaris khan bu? semoga nati FOSS isa jadi bisnis luar biasa..wehwhewhehwe..kami dukung selalu dari tanah borneo
- pataka Ahad, 24 Agustus 2008 15:40:06
Salam,
Saya berharap AOSI menjadi organisasi akar rumput yang membumi. Dekat dengan komunitas, tidak elitis. Tidak cenderung kepada kekuasaan dan incumbant sebagaimana terjadi pada asosiasi yang lain.
Jadikan AOSI representasi gerakan open source Indonesia yang identik dengan komunitas.
Selamat kepada Pengurus dan semoga tetap amanah dan bisa mendorong kemajuan FOSS.
Regards,
Pataka
- panca Selasa, 12 Agustus 2008 11:11:22
Mudah2an dengan kepemimpinan Ibu Betti mau melakukan penetrasi sampai kesekolah gratis / nonformal. Saya mengelola sekolah gratisan di daerah slipi dan siap sekali jika ingin dijadikan proyek percontohan. Bravo Opensource Indonesia
- Andy MSE Senin, 11 Agustus 2008 16:59:04
pengalaman saya: banyak orang (yang sudah sadar HAKI pun)masih berfikir dan berpendapat, kalau mampu beli kan nggak apa-apa pakai yang mahal? capek deh!
- Yoga Ahad, 27 Juli 2008 09:31:05
selamat berjuang
- Daniel Kurnia Selasa, 15 Juli 2008 09:21:25
DH
Sebagai orang yang baru belajar berkecimpung di lahan open source, saya ingin tahu bagaimana memulai keterlibatan di dunia open source.
Saya sedang memimpin suatu sekolah tinggi bidang IT dan saya ingin agar cepar atau lambat institusi kami belajar terlibat dalam aktivitas seperti ini.
Adakah yang bisa memberi saran dari titik mana saya harus mulai?
salam
daniel kurnia
- Endianto Selasa, 01 Juli 2008 11:13:29
Sebagai pemula di dunia open source, saya sering terbentur pada hal hal yang sifatnya sangat teknis. Ketika menghadapi masalah tersebut sering kesulitan mencari teman untuk memecahkannya. Buku, perlu waktu untuk mencari masalah masalah yang kadang "kecil, sepele". Mailing list, sering jawabannya terlalu advance, sehingga malah kadang gak bisa dimengerti :(. Mungkin QB bisa jadi forum diskusi dan solusi bagi newbie like me? Salam dari Debian 3.1 user.
- Andre Birowo Rabu, 18 Juni 2008 14:27:18
Pengenalan Open Source paling efektif adalah melalui pendidikan dari SD hingga SMU. Begitupula jika perangkat IT di pendidikan dasar tersebut juga berbasis Open Source
- aries setyawan Rabu, 18 Juni 2008 12:36:50
Sekali lagi mulailah pencuci dari yang kecil, yaitu anak-anak dan dunia pendidikan. Hal ini akan mulus jalannya bila OSI menggandeng DEPDIKNAS agar semua pendidikan di Indonesia mengajarkan Open Source System.
Dan lakukan Sweeping Software bajakan di lembaga pendidikan, agar moral anak didik tidak dibiasakan untuk membajak
- r.m.zulkipli Sabtu, 14 Juni 2008 06:25:12
Dear Betty,
Dalam pengamatan saya, OSS terganjal oleh praktisi IT yang berprinsip 'ajimumpung' dengan menjual support yang kelewat mahal ke customer mereka. Ini terjadi dibanyak BUMN dan lembaga pemerintah.
Contohnya, seperti support yang diberikan praktisi terhadap implementasi Qmail, Mysql dan sejenis. Apalagi, praktisi 'aji mumpung' ini tidak melakukan charge sampai ratusan juta. Sehingga memunculkan idiom 'OSS sudah mahal, nongaranty pula" ini. yang paling menggemaskan.
- buceqk Jum'at, 13 Juni 2008 14:34:06
ayoo..maju terus! untuk igos, technical support-nya tolong di perbaiki ya...bingung neh mo nanya kemana.. :p
- Tjahjokartiko Gondokusumo Jum'at, 06 Juni 2008 14:06:06
OSS juga saya artikan jadi Operations Support Systems
- Irman Margino Jum'at, 06 Juni 2008 14:03:58
saya setuju dengan pendapat ibu,memang mulai dari sekarang kita harus menggiatkan pemakaian software open source biar bangsa indonesia bisa mandiri dan tidak tergantung pada vendor tertentu di samping itu agar devisa negara tidak lari ke negara lain,akan lebih baik di gunakan untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa ini.Untuk menggalakkan open source perlu dukungan luas dari komunitasnya,diantaranya pengembangan software pendukung untuk hardware,menurut pengamatan saya dukungan terhadap hardware masih kurang(mungkin pengamatan saya kurang lengkap).Dan salah satu yang tidak kalah pentingnya adalah tim open source mengadakan Road show ke berbagai tempat,kota,ataupun ke lembaga pendidikan (sekolah,kampus)karena disanalah tempat berkembangnya intelektual.
Oh..yach Road shownya di tunggu di Bandung bu (di SMKN 15 & SMK Bina Warga)
terima kasih
wassaallam
- joevan Rabu, 04 Juni 2008 22:59:57
Mudah-mudahan masyarakat di Indonesia dapat merasakan keuntungan dari penggunaan sistem operasi yang berbasis open source.
Saya mendukung Aliansi Open Source Indonesia.
Hidup Open Source...
- tjetjeprb Rabu, 04 Juni 2008 09:49:52
Dunia Pendidikan perlu mendapatkan prioritas sosialisasi yang lebih besar, karena dari dunia pendidikan dilahirkan orang-orang yang akan menentukan dan mempengaruhi pemakaian software open source atau propietary. Mudah-mudahan berjalan lancar...
- fajar Rabu, 04 Juni 2008 09:46:34
hidup... open source hehehe
- m.dede Rabu, 04 Juni 2008 06:25:27
Dukung 100 %. di tunggu tindakan nyatanya bu Betti , salam dari Batam
www.ggwl.wordpress.com
- Mufti Selasa, 03 Juni 2008 21:32:26
Wow ....slot ini yang dinanti-nanti oleh para pengrajin TIK. Sebab dengan dibukanya slot ini berarti juga semakin "membuka pintu pahala" bagi mereka yang dengan ikhlas memberi karya kerajinan kreatif TIK kepada komunitas Open Source Indonesia.
- agusr Selasa, 03 Juni 2008 21:20:49
DH,
Saya adalah pemakai software open source dan juga lisense. Kekurangan open source adalah pengembangannya tidak tuntas. Fungsi sama, tetapi detailnya berbeda. Bila menggunakan excel atau opnoffice calc terasa beda dalam bentuk penampilan, help, kemudahan operasional, font, library function, perubahan format, dsb, Berdasarkan pengalaman, detail ini sangat memudahkan untuk bekerja. Walaupun demikian saya tetap berusaha menggunakan open source dan saya sedang menunggu open suse 11.0. Wassalam,
|
|
|
|
| Klik di sini untuk mendapatkan cerita sukses
|
 Jakarta - Distro turunan Ubuntu, BlankOn meluncurkan BlankOn Sajadah 6.0 yang berisi berbagai konten dan aplikasi islami. "BlankOn Sajadah 6.0 adalah versi varian BlankOn yang dibangun dengan kelengkapan konten Islami sekaligus alat bagi mereka yang ingin belajar Islam lewat teknologi komputer," kata pimpinan Sajadah 6.0, Ainul Hakim.
Varian dari BlankOn Linux 6.0 Ombilin ini menggunakan teknologi terbaru Linux, termasuk kernel Linux 2.6.32 dan lingkungan desktop GNOME 2.30.2, sehingga bisa langsung digunakan tanpa memasang codec multimedia tambahan. Ainul mengatakan, layanan ini juga menyediakan akses internet untuk menjelajah web, komunikasi pesan instan, jejaring sosial, juga fitur-fitur perkantoran. Selain itu, Ombilin menyediakan fitur olah grafis vektor dan bitmap serta album foto digital, dan tentunya aplikasi Islami seperti Al Quran, Hadist, pengingat sholat dan filtering konten negatif, seperti webstrict dan dns nawala.
Sumber: www.tempointeraktif.com     
Category: -->
|
 Untuk menjawab tantangan kesenjangan digital sekaligus mempromosikan penggunaan perangkat lunak Open Source, PT Chevron Pacific Indonesia dan Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) akan mendonasikan 500 PC dan 142 Notebook, (bekas pakai dalam kondisi baik) dengan spesifikasi: 500 PC merek HP Compaq dc7600 Minitower PC, Ergonomic Keyboard, LCD monitor, Intel Pentium 4 3.4 Ghz, memory 2 GB, harddisk 80 GB 7200 rpm, 48x32 CD-RW/DVD-ROM combo drive, NVDIA Quadro 4 285 NVS Dual-Head 128 MB dan Integrated Broadcom NetXtreme Gigabit Ethernet.
Sementara untuk laptop, terdapat 142 IBM/Lenovo ThinkPad T60, Intel "Yonah" Core Duo processor T2400 (1.83GHz), memory 2 GB, harddisk 60 GB, monitor 14 in (1024x768 resolution) TFT, 128 MB ATI Mobility RADEON X1400, 24x24x24/8x CD-RW/DVD Ultrabay slim drive, dan Intel 802.11 abg wireless. PC dan ThinkPad dilengkapi OS Ubuntu 10.04 dan Training bagi operator/pengajar. Nominasikan sekolah penerima donasi ini pada laman http://bit.ly/bhwzQV
Sumber: aosi.or.id     
Category: -->
|
 Software open source dapat menjadi solusi bagi usaha kecil dan menengah. Berikut ini sebelas aplikasi open source yang dapat membantu kinerja bisnis anda. Sebagai aplikasi pengolah kata, Open Office 3 bisa menjadi pilihan. Keperluan akuntansi bisa menggunakan GnuCash. Tugas-tugas yang berkaitan dengan layout bisa memanfaatkan Scribus. Untuk keperluan email, kalender dan penyimpanan kontak, bisa diatasi dengan Zimbra.
Untuk tugas mengedit halaman web, tersedia KompoZer. Sementara itu, desain bisa dilakukan dengan GIMP. Keperluan backup bisa menggunakan Amanda. Administrasi SDM bisa dengan OrangeHRM. Kampanye melalui email dan manajemen milis bisa dengan phpList. Manajemen proyek bisa diatasi dengan OpenProj. Terakhir, antivirus bisa menggunakan ClamAV. Selain dapat diandalkan, semua aplikasi tersebut bebas diunduh, sehingga dapat menghemat uang tanpa mengorbankan kinerja bisnis anda.
Sumber: news.yahoo.com     
Category: -->
|
 Jakarta - Open source software dinilai sebagai solusi bagi pembangunan bangsa Indonesia secara umumnya. Ini karena open source dapat mendukung berbagai kebutuhan ICT secara murah, legal dan dapat bebas dikembangkan. "Open source itu strategis bagi negara berkembang seperti Indonesia. Istilahnya seperti kita bertanding dengan garis start yang sejajar dengan negara-negara maju," kata Betti Alisjahbana, ketua Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) dalam workshop di Indonesia Open Source Award (IOSA), Jakarta (28/7).
Selain itu, pengunaan open source juga dapat berjalan bersamaan dengan penggunaan software proprietary demi mendukung kinerja organisasi. "Di Telkom, untuk keperluan tertentu juga digunakan software proprietary, tetapi dengan lisensi terbatas dan dengan sistem cloud," kata CIO Telkom, Indra Utoyo dalam kesempatan yang sama.
Sumber: www.iosa.web.id     
Category: -->
|
 Jakarta - Sebagai apresiasi dari pemanfaatan open source di Indonesia, diadakan Indonesia Open Source Award (IOSA) di Hotel Bidakara, Jakarta, (28/7). Selain memberikan penghargaan terhadap berbagai organisasi pengguna open source, IOSA juga berfungsi sebagai pendorong meningkatnya penggunaan open source. Hal ini karena open source merupakan solusi pemanfaatan IT yang terjangkau dan legal, sehingga dapat meningkatkan kinerja organisasi, baik itu badan pemerintahan maupun dari sektor swasta.
IOSA ini diselenggarakan dengan kerjasama dari Kementrian Informasi dan Informatika yang bekerja sama dengan lembaga pemerintah lainnya, Asosiasi Open Source Indonesia, dan Komunitas Open Source. Dalam acara ini, juga ada workshop dari CIO Telkom, Indra Utoyo Presdir PT Konten Indomedia Sarwo Wargono, dan dimoderatori oleh Ketua AOSI Betti Alisjahbana. Selain itu juga ada seminar Open Source Marketing dari CEO Virtual Consulting, Nukman Luthfie.
Sumber: www.iosa.web.id     
Category: -->
|
 Maraknya penyebaran smartphone di dunia menarik dua perusahaan pengembang Linux untuk membuat sistem operasi mobile. Kedua perusahaan tersebut adalah LiMo Foundation dan GNOME Foundation. Mereka sepakat untuk bekerja sama membuat inovasi di dunia open source, khususnya di pasar sistem operasi untuk ponsel.
Selain itu, dalam waktu dekat, LiMo Foundation akan menjadi bagian dari anggota dewan penasehat GNOME Foundation, sebaliknya GNOME akan menjadi Industry Liaison Partner untuk LiMo Foundation. Dilansir melalui Cellular News, Senin (26/7), pengembangan ini merepresentasikan formalisasi alami berdasarkan penggunaan komponen software GNOME Mobile yang signifikan dengan platform LiMo Release 2 dan Release 3. Platform LiMo sendiri merupakan platform perangkat mobile berbasis Linux, termasuk komponen multi dari proyek GNOME Mobile seperti Glib, GTK+, D-Bus, GStreamer dan BlueZ, serta lainnya.
Sumber: techno.okezone.com     
Category: -->
|
 Isu keterbatasan sumber daya manusia di bidang OSS merupakan topik penting yang tidak boleh diabaikan. SDM merupakan kunci penting dan sangat berguna bagi rekan-rekan di lembaga pemerintah untuk menelurkan kebijakan yang berkaitan dengan pemanfaat secara luas OSS di lingkungan pemerintahan, misalnya saja implementasi eGoverment.
Untuk itu, IGOS kembali melaksanakan TOT Migrasi menggunakan open source software angkatan 4 dan 5. Untuk angkatan 4 (empat) dijadwalkan pada hari senin sampai kamis tanggal 2-5 agustus 2010. Materi yang di sampaikan adalah pengantar migrasi, strategi migrasi, dasar-dasar linux, instalasi, sistem administrasi linux, setting dan konfigurasi jaringan linux, setting dan konfigurasi firewall (iptables dan squid), file server serta email dan DNS Server.
Sumber: igos.or.id     
Category: -->
|
 Browser open source Mozilla Firefox merilis versi Firefox 4 Beta 1 ke publik dalam rangka mendapatkan masukan untuk memperbaiki versi terbarunya itu. "Versi baru ini mengandung banyak fitur baru dan perbaikan. Dengan mengetesnya, kita dapat merespon anda untuk perbaikan dalam versi berikutnya," kata Direktur Firefox Mike Beltzner.
Sebelumnya, menurut survei dari Net Market Share, Mozilla masih menempati peringkat kedua browser paling populer dengan 24%, diatas Google Chrome dengan 7%. Peringkat teratas tetap Internet Explorer dengan 60%. Namun demikian, Mozilla mencatat beberapa pencapaian signifikan, termasuk baru saja mendapat persetujuan dari IBM untuk ditanam di semua komputer baru produksi IBM. Semua karyawan IBM yang berjumlah kira-kira 400.000 orang juga didorong untuk menggunakan Firefox.
Sumber: news.yahoo.com     
Category: -->
|
|
|